Fahmi Wahid, Pengoleksi 500 Jenis Anggrek Meratus

1036

KabarKalimantan, Paringin- Garasi dan separuh halaman rumah itu beralih fungsi. Aneka macam jenis dan warna tumbuhan anggrek berjubel di halaman rumah. Si tuan rumah, Fahmi Wahid, sengaja mengubah tampilan rumahnya dengan aneka anggrek karena kecintaan akan tumbuhan itu.

Fahmi Wahid, pria kelahiran 3 Agustus 1964 silam, itu telaten setiap hari mesti membudidayakan dan melestarikan berbagai jenis anggrek. Selain hobi anggrek, Fahmi tak pelit menularkan ilmu dan mempopulerkan anggrek ke semua orang. Ia pun kerap bertransaksi jual-beli anggrek demi tujuan pelestarian.

“Ada sekitar 500 jenis anggrek yang saya pelihara dengan tujuan bisa tetap lestari,” ujar Fahmi yang juga seorang budayawan dan penulis buku puisi kepada Kabar Kalimantan, Kamis (31/8/2017).

Ia kepincut membudiya dan melestarikan anggrek karena kecintaannya terhadap kekayaan hutan Meratus. Maklum, Pegunungan Meratus menyimpan ratusan jenis angrek. Mengumpulkan anggrek bukan cuma mengambil anggrek di hutan, melainkan turut mengedukasi masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan dan tanamam anggrek.

“Makanya setiap kali saya mengambil anggrek di hutan, indukan anggrek tetap dibiarkan hidup. Inilah yang saya tanaman kepada masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Melalui cara ini, kelestarian angrek tetap terjaga dan masyarakat sekitar juga mendapat menfaat ekonomi lewat jual-beli anggrek tanpa merusak dan menghabiskan habitatnya di Meratus. Itu sebabnya, selain mengoleksi dan melestarikan, ia saling tukar menukar anggrek dengan sesama pecinta anggrek agar jumlahnya semakin banyak.

Fahmi rutin mendokumentasikan dan mengunggah koleksi anggrek ke media sosial sekaligus mengajak warganet melestarikan anggrek Meratus.

“Tujuan saya cuman satu, agar kelestarian dan kekayaan anggrek yang kita miliki tetap terjaga. Kalau pun bisa mendatangkan duit, itu hanya bonus lain,” pungkasnya.

F. M Hidayatullah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here