Abdul Latif, Bupati Penentang Tambang yang Ditangkap KPK

5914
Bupati HST, Abdul Latif alias Majid Hantu. Istimewa

KabarKalimantan, Barabai – Beredarnya kabar penangkapan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK, Kamis 4/1/2018) sontak menimbulkan tanggapan dari aktivis lingkungan HST.

Salah satu aktivis lingkungan Bumi Murakata—sebutan Kabupaten HST, Muhammad Rizki, memandang sosok Abdul Latif sebagai pemimpin yang peduli dengan lingkungan. Abdul Latif dianggap menentang keras eksploitasi alam di wilayahnya. Terbukti, sampai saat ini belum ada perusaan tambang dan kelapa sawit yang mampu menembus belantara meratus di HST.

Berangkat dari itu, Rizki berpendapat bahwa penangkapan Abdul Latif dalam kasus OTT terkait dugaan mahar proyek pembangunan RSUD Barabai dan persiapan Pilkada 2021 hanya sebuah tekanan atas kepemimpinannya. Bahkan, menurut Rizki, Abdul Latif sudah pernah memprediksi hal ini akan terjadi.

Abdul Latif sudah berkoar untuk menjaga lingkungan Bumi Murakata sejak suksesinya pilkada HST 2015 lalu. Abdul Latif berjanji wilayah HST tidak akan ada tambang batubara dan perkebunan kelapa sawit. “Komitmen itu masih dipegangnya sampai sekarang,” ujar Rizki.

Baca Juga :   Kapolda Kalsel: Bupati HST Transaksi Suap di Surabaya

Rizki menyayangkan, seandainya Abdul Latif harus jatuh dri kursi kekuasaan. HST akan kehilangan pemimpin yang mampu mempertahankan Bumi Murakata dari eksploitasi lingkungan. “Kami tidak mau jika penerus benteng terakhir yang dijerat ini jebol akibat keserakahan,” ucapnya.

M SYAHBANI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here