Abrasi Pantai Pagatan Ancam Pemukiman Warga

34

KabarKalimantan, Batulicin – Warga yang bermukim di pesisir Pantai Pagatan, Kecamatan  Kusan Hilir kini semakin was-was. Pemukiman mereka terancam abrasi yang semakin parah.

H Muhdar (51), salah satu warga Desa Wiritasi, RT 02 Pagatan menceritakan, pada 1971 lalu jarak antara rumahnya dengan pesisir laut mencapai 200 meter.

“Sekarang, tempat tinggal saya semakin dekat dengan bibir pantai. Hanya berjarak sekitar 50 meter,” ujar Muhdar saat diwawancarai Redkal.com, Jumat (18/10/2019).

Terpisah, Kepala Desa Gusunge, Agustan mengatakan, pembangunan growing di pesisir pantai desanya itu belum mampu menghalau ombak laut yang datang.

“Panjang growing yang ada saat ini, hanya berukuran 70-90 meter saja. Seharusnya, panjang growing itu antara 150-200 meter ke laut, baru bisa maksimal memecah gulungan gelombang,” katanya.

Oleh karena itu, Agustan meminta kepada pemerintah daerah setempat agar membangun alur normalisasi sungai di daerahnya. Sehingga kapal para nelayan yang bertambat di lokasi itu tak terhempas oleh ombak laut.

Baca Juga :   Lepas Jabatan sebagai Bupati, Mardani Incar Kursi DPR RI

Di antara lima desa yang ada di pesisir Pantai Pagatan, lanjut Agustan, abrasi terparah terjadi di Desa Wiritasi, Desa gusunge dan Sungai Lembu.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Tanah Bumbu Fawahisah Mahabatan mengatakan,  pihaknya akan mengawal pengajuan proposal untuk proyek pembangunan growing untuk Desa Gusunge, Pulau Salak dan desa lainnya tersebut.

“Dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat untuk setiap desa itu tidak mencukupi untuk membiayai proyek growing. Maka dari itu, ke depannya akan kami usahakan dari dana  APBD,”  tandasnya.

Penanggulangan abrasi, menurutnya, memang harus dilakukan dengan maksimal. Mengingat, kabupaten berjuluk Bumi Bersujud ini sedang giat-giatnya mempromosikan sektor pariwisata, yang salah satu andalannya adalan pantai.

Reporter: Slamet Riadi

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here