Achmad Maulana Gantikan Iwan Rusmali di DPRD Banjarmasin

Achmad Maulana dilantik menggantikan Iwan Rusmali, Rabu (13/12/2017). Redkal.com

KabarKalimantan, Banjarmasin – H Achmad Maulana resmi dilantik menggantikan Iwan Rusmali lewat Pengganti Antar Waktu (PAW) sebagai Anggota DPRD Banjarmasin sisa periode 2014-2019.

H Achmad Maulana telah sah menjadi anggota DPRD Banjarmasin setelah dilantik pada Rapat Paripurna Istimewa pengambilan sumpah/janji di DPRD Banjarmasin, Rabu (13/12/2017).

Ketua DPRD Banjarmasin Hj Ananda menyampaikan pelantikan Achmad Maulana sudah mengacu ketentuan perundang-undangan, tata tertib dan perutaran DPRD Banjarmasin. Alhasil, kata Ananda, koleganya itu resmi berstatus anggota DPRD Banjarmasin sampai tahun 2019.

“Dengan masuknya H Achmad Maulana, Kekuatan Partai Golkar di DPRD Banjarmasin yang sebelumnya 95 persen menjadi 100%. Insya Allah kinerja kami akan semakin handal,” ujarnya usai acara pelantikan.

Hj Ananda menambahkan, pelantikan H Achmad Maulana tidak berbarengan dengan PAW dari Partai Kebangkitan Bangsa. Surat usulan PAW dari Golkar lebih dulu masuk ketimbang proses PAW untuk PKB. “PAW PKB masih dalam proses, dan sudah dibanmuskan untuk ditindaklanjuti,” jelas runner-up Putri Indonesia 2006 ini.

Baca Juga :   Kesal Pokir Tak Terakomodir, Aliansyah Protes hingga Gebrak Meja

Sementara itu, H Achmad Maulana, menuturkan siap menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Banjarmasin sisa periode masa jabatan 2014-2019. Di sisa waktu ini, Achmad akan menjalankan tugas tanpa beban dan tidak perlu belajar lagi sebagai anggota dewan. “Mengalir saja.”

Sekretaris Bidang Pemuda Partai Golkar Kalsel ini berjanji menampung dan menjalankan aspirasi warga Banjarmasin sesuai dengan tugas dan fungsi Anggota DPRD Banjarmasin. “Apa yang dikehendaki masyarakat, itu yang akan kami jalankan. Tugas ini tidak ada yang sulit jika dijalankan dengan sungguh-sungguh sebagai wakil rakyat di Kota Seribu Sungai ini,” ucap Achmad.

Asal tahu saja, bekas Ketua DPRD Banjarmasin, Iwan Rusmali menanggalkan jabatan setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka dugaan korupsi suap Perda Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih. Bersama Iwan, KPK turut menetapkan status tersangka kepada Andi Effendi, ketua Pansus Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih.

Baca Juga :   Warga Usulkan Kelurahan Pangeran Dijadikan Kampung Soto Kuin

SMARA AQDIMUL AZMI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here