Adipura Kencana, Hajat Pemkot yang Hampir Kesampain

1243

KabarKalimantan, Banjarmasin – Pemkot Banjarmasin sudah lama mempunyai hajat bisa meraih Adipura Kencana. Keinginan itu disampaikan setelah Adipura Kirana diraih untuk ketiga kalinya di 2017.

Untuk mendapatkan itu tentu bukan perkara mudah bagi pemkot. Perlu usaha keras. Pasalnya, kota yang mendapat penghargaan Adipura Kencana bukan kota sembarangan.

Yang dibicarakan bukan lagi soal tetek bengek bagaimana mengelola kebersihan. Penanganan persampahan, hijau rindangnya kota, dan sebagainya. Untuk Adipura Kencana hal itu tentunya sudah lewat.

Kali ini cakupanya lebih luas, dari keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, inovasi, pengelolaan sampah yang berimbas peningkatan ekonomi, sampai peraturan walikota (perwali) sebagai kebijakan strategi daerah (jakstrada) juga harus dibuat sebagai syarat.

Setelah melalui proses yang cukup panjang, dari menjalani tahap penilaian pertama, dan kedua, akhirnya angin segar berhembus. Banjarmasin dikabarkan menjadi salah satu nominator peraih Adipura Kencana 2018.

Baca Juga :   Pembangunan Air Mancur Manari Taman Kamboja Dipastikan Sudah Selesai

Pemkot kaget bukan kepalang. Surat pemberitahuan dari Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) dilayangkan via email pada Sabtu kemarin. Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina diminta mengekspos apa yang sudah dilakukan di hadapan tim penilai.

“Informasinya mendadak sekali. Bahan yang akan dipresentasikan sudah kami kumpulkan. Besok kami ekspos (Selasa) di Jakarta,” ucap Ibnu di balai kota, Senin (3/11/2018).

Lantas apakah hasilnya nanti tidak akan menghianati usaha pemkot selama ini? Ibnu masih sangsi, apakah hajat yang selama ini diidam-idamkan bisa terkabul. “Antara optimis dan pesimis. Tapi optimis sajalah, semoga Banjarmasin bisa dapat. Doakan saja,” tuturnya.

Disinggung soal persiapan apa saja yang sudah dilakukan untuk di Jakarta nanti. Orang nomor satu di Banjarmasin itu mengungkapkan, banyak hal yang akan dipresentasikan. Tentunya, pemkot sudah memiliki senjata pamungkas.

“Yang diminta ada dua puluh copian bahan. Kalau begitu yang menilai jumlahnya sekitar itu juga. Beda dengan penilaian sebelumnya hanya empat. Kali ini empat puluh menit untuk presentasi, dan diskusi dua jam. Kelihatannya cukup berat,” imbuhnya.

Baca Juga :   Anggaran Tempat Parkir Balai Kota Banjarmasin Jadi Rp 1,5 Miliar

Yang menjadi andalan salah satunya adalah soal pelarangan penggunaan kantong plastik di ritel dan pasar modern. Maklum, inovasi yang digagas pemkot ini sedang menjadi sorotan. Tidak hanya di Indonesia, tapi di belahan dunia.

Salah satunya buktinya, mantan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, yang baru saja pensiun, Hamdi, sempat diundang untuk berbicara soal larangan kantong plastik ini di forum United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang dilaksanakan PBB.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Mukhyar, mengungkapkan, selain soal larangan kantong plastik, yang ditonjolkan pemkot dalam diekspos nantinya juga soal pengukuran udara. “Salah satunya harus disampaikan,” ucapnya.

Menurutnya, dinyatakannya Banjarmasin sebagai nominator peraih Adipura Kencana 2018 sudah menandakan jika hasil penilaian adipura Banjarmasin sudah dilalui dengan baik.

“Penilaian pertama diatas passing grade, kalau yang kedua dilakukan diam-diam oleh penilai. Prinsipnya kalau masuk nominasi berarti adipura ke empat sudah di tangan,” katanya.

Baca Juga :   DPRD Banjarmasin Kembali Godok Raperda PPLH

M Syahbani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here