Akibat Hama Kera, Kelapa Bahaur Nyaris Punah

129

PULANG PISAU, KK – Sebagai sentra penghasil buah kelapa terbesar di Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), warga Kecamatan Kahayan Kuala yang mayoritas berkebun kelapa sepuluh tahun terakhir mengalami penurunan produksi karena hama kera yang semakin meningkat.

Seperti yang diungkapkan Mastuni Kepala Desa Bahaur Hulu. Secara turun-temurun seluruh warga di sana adalah pedagang kelapa. Kini mereka sangat merasakan dampak negatif dari hama itu.

“Sudah sepuluh tahun terakhir hama ini menjadi kendala masyarakat dalam memanen buah kelapa. Akibatnya kami hampir tidak mendapatkan hasil,” keluhnya, Jumat (10/2/2017).

Menurut Mastuni, hama kera sangat merugikan perekonomian warga karena dari hasil kelapa mereka menopang kebutuhan hidup sehari-hari hingga menyekolahkan anak-anak hingga jenjang perguruan tinggi.

Saat awak media menanyakan berapa pendapatan dari hasil panen, ia mengatakan setiap bulan sekali panen. Lalu menjualnya per biji dengan harga Rp2.500. “Kalikan saja 10.000 biji kan cukup buat membiayai anak sekolah,” katanya kepada wartawan Kabar Kalimantan di Pulang Pisau.

Tidak hanya itu, kata Mastuni, hama kera kerap membuat warga setempat kewalahan, karena sering memasuk ke rumah.

“Kera itu sudah merusak kelapa, kini dari hutan sampai masuk ke rumah, bahkan saat ini makin parah,” tutur dia.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan solusi kepada masyarakat Kecamatan Kahayan Kuala yang hanya memiliki pekerjaan dari hasil kebun kelapa.

Saat berita ini diturunkan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pulpis belum dapat dikonfirmasi. rud

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here