Alasan Al-Quran Bahasa Banjar Belum Layak Terbit

589
Kepala Kemenag Kalsel, Noor Fahmi saat berkunjung ke gedung DPRD Kalsel, Senin (8/1/2018). Redkal.com

Kabarkalimantan, Banjarmasin – Kementerian Agama Provinsi Kalsel belum bisa mencetak massal Al-Quran terjemahan bahasa Banjar karena masih tahap koreksi di UIN Antasari. Padahal, Kementerian Agama telah meresmikan Al Quran terjemahan bahasa Banjar pada Desember 2017, selain versi bahasa Bali dan Maluku.

Kepala Kemenag Kalsel, Noor Fahmi, mengatakan tim UIN Antasari masih menemukan kesalahan dalam Al-Quran terjemahan bahasa Banjar. Al Quran bahasa Banjar ini nantinya dibagikan ke sekolah setelah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Noor Fahmi berharap Al-Quran terjemah Bahasa Banjar bisa memberi kemudahan untuk memahami kitab suci umat Islam. “Bahasa Banjarkan Bahasa Ibu, jadi akan lebih mudah diserap,” ujar Noor Fahmi, Senin (8/1/2018).

Sebelumnya, Diketahui untuk proses penerjemahan Al-Quran membutuhkan proses yang sedikit alot. Ketua tim penanggung jawab kordinator daerah adalah Dr Abdullah Karim MA dan Prof Dr Akhmad Fauzi Aseri MA.

Anggota komisi IV DPRD Kalsel Lutfi Saifuddin menyambut positif dengan adanya Al Quran terjemah Bahasa Banjar teraebut. “Unik, Al Quran ini saya pernah baca dan sangat menarik,” Kata Lutrfi.

M RIZAL KHALQI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here