Anggota DPRD Kalsel Santuni Korban Kebakaran Alalak Selatan

3

KabarKalimantan, Banjarmasin –  Sejumlah anggota DPRD Kalsel turun langsung ke lokasi bencana kebakaran di Alalak Selatan Banjarmasin. Mereka memberikan bantuan langsung pada korban, Rabu (11/9/2019) siang.

Kebakaran yang terjadi pada Selasa (10/9/2019) dini hari itu menghabiskan sedikitnya 64 rumah warga di RT 4 dan RT, dan 5. 222 jiwa dari 74 kepala keluarga merasakan dampaknya. Duka mendalam tergambar dalam puing-puing bangunan yang terbakar.

Saat rombongan anggota DPRD Kalsel berkunjung ke lokasi, warga terlihat tengah memungut barang-barang yang bisa difungsikan. Namun itu hanya dalam bentuk besi-besian dan tembaga saja. Itu dikumpulkan dan langsung dijual pada pembeli besi bekas.

Di lokasi kebakaran, hanya sedikit tenda yang bisa didirikan. Uang hasil penjualan besi bekas digunakan untuk membeli terpal. Setidaknya untuk istirahat sementara. Sementara masjid terdekat dengan lokasi kebakaran, selain pengungsian sementara juga dibuat sebagai posko untuk menerima bantuan.

Baca Juga :   Kurang Komunikasi, DPRD Kalsel Panggil Dispora Kalsel

“Belum habis trauma kami dengan kebakaran di sebelah, di sini terjadi lagi,” ucap salah satu warga yang tengah bertransaksi dengan pembeli barang bekas.

Duka itu setidaknya bisa sedikit terobati dengan kehadiran sejumlah wakil rakyat. Apalagi, yang datang adalah legislator dari daerah pemilihan setempat. Sebut saja HM Rosehan NB dari PDI Perjuangan, H Lutfi Saifuddin dari Partai Gerindra, Hj Karmila dan Hj Rachmah Norlias dari PAN, Gina Mariati dari Partai Nasdem, dan Habib Ahmad Bahasyim yang juga dari PAN. Bantuan langsung diserahkan pada korban tanpa perantara.

Menurut HM Rosehan NB, kunjungan tersebut tidak terencana sebelumnya. Usai rapat di DPRD Kalsel, inisiatif datang begitu saja. Mumpung wakil rakyat Banjarmasin di Rumah Banjar terkumpul.

“Jangan lihat nilai bantuan yang kami berikan. Jumlahnya kecil,” ucap Rosehan.

Meski demikian, melihat dampak kebakaran yang cukup parah, mereka berencana akan kembali lagi dengan membawa bantuan lebih besar. Seperti diungkapkan H Lutfi Saifuddin, ia miris dengan keadaan warga yang masih duduk di bangku sekolah. Tidak bisa bersekolah, karena seragam sekolah tidak tersisa.

Baca Juga :   Gerindra Tak Buka Pendaftaran Terbuka untuk Pilkada 2020

“Baju tinggal selembar di badan,” ucap warga.

Begitu pula dengan Hj Rachmah Norlias. Sebagai perempuan, dia menilai perlu ada relawan yang bisa memberi bantuan terapi bagi para korban. “Tentu mereka trauma,” katanya.

Reporter : M Ali Nafiah Noor
Editor : Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab : M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here