Sab. Jul 4th, 2020

Ani Tidak Tahu Produk Mackarel Dilarang

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – Ani, salah seorang pedagang sembako di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin tampak kaget setelah mengetahui produk ikan kalengan Mackerel sudah tidak boleh lagi diperjualbelikan.

Dia rupanya baru mengetahui produk tersebut sudah ditarik dari pasaran. “Saya tidak tahu kalau beberapa produk Mackarel dilarang karena ada cacingnya,” ucapnya setalah dilakukan pengecekan terhadap barang dagangannya oleh tim pengawas makanan dari Disperindag Kalsel, dan BPOM di Banjarmasin, Kamis (5/4/2018).

Dia baru mengetahui jika produk Mackarel sudah ditarik dari pasaran, setelah tim pengewasan memberikan informasi jika produk tersebut telah dinyatakan positif mengandung parasit cacing. “Kalau begini enak, saya bisa memilah milih tawaran sales,” imbuhnya.

Disperindag Kalsel dan BPOM di Banjarmasin melakukan pengawasan terhadap peredaran produk tersebut di beberapa pasar di Banjarmasin. Lokasi yang disasar kali ini Pasar Sentra Antasari dan Pasar Kalindo, Jalan Belitung Darat.

Baca Juga :   Sidak Toko Obat, BPOM Banjarmasin Temukan Obat Ilegal

Kabid Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kalsel Siti Adawiyah mengatakan, kegiatan yang mereka lakukan semata-mata untuk meyakinkan kembali jika produk Mackarel tidak ada lagi diperjualbelikan di pasaran. Sebab mereka khawatir masih ada pedagang yang bandel dan masih menjual produk ilegal tersebut.

“Kami hanya berjaga-jaga saja kalau-kalau di lapangan masih beredar. Untungnya sementara ini masih aman tidak ada diketemukan,” ujarnya.

Sementaraitu, Kepala Seksi Pengawasan Balai Besar POM Banjarmasin Tri Wandiro mengharapakan konsumen bisa lebih cerdas memilih. Sebab selama ini masyarakat acapkali menyamaratakan produk makarel dengan produk lainya. “Ingat, Sarden dan Mackarel dua produk berbeda. Pembeli kadang salah paham, menyamakan keduanya,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, sesuai rilis BPOM ada 27 merek dari produk Mackarel yang harus ditarik distributor. 16 merek produk impor dan 11 merek produk dalam negeri. Produk tersebut diantaranya ABC, ABT, Ayam Brand, Botan, CIP, Dongwon, Dr. Fish, Farmerjack, Fiesta Seafood, Gaga, Hoki, Hosen, IO, Jojo, King’s Fisher, LSC, Maya, Nago/Nagos, Naraya, Pesca, Poh Sung, Pronas, Ranesa, S&W, Sempio, TLC, dan TSC.

Baca Juga :   BPOM Temukan Ratusan Minyak Goreng Habis Izin Edar Masih Dijual di Hypermart

Selain itu Tri menambahkan, sebelumnya BPOM di Banjarmasin sudah melakukan pemeriksaan terhadap 19 ritel, tiga di antaranya positif ditemukan dagangan yang sudah dinyatakan ilegal tersebut. “Tapi sudah mereka turunkan di etalase untuk dikembalikan pada distributor,” pungkasnya.
M SYAHBANI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.