Ansharuddin Nyatakan Perang terhadap Narkoba

305

KabarKalimantan, Paringin – Pemerintah Kabupaten Balangan terus menyatakan perang terhadap Penyalahgunaan narkoba.

Hal itu ditandai, dengan terus dilakukannya sosialisasi bahaya narkoba terutama di kalangan pejabat Aparat Sipil Negara (ASN) dan tenaga pendidik di wilayah Pemerintah Kabupaten Balangan.

Acara Sosialisasi Penyalahgunaan Napza ini digelar di Aula Benteng Tundakan Senin (29/01) yang dipimpin langsung Bupati Balangan H Ansharuddin.

Sosialisasi yang digagas dari Sekretariat Daerah Kabupaten Balangan ini dihadiri oleh Kapolres Balangan AKBP Moh Zamroni, Kajari Balangan, Tommy Kristanto SH, Kepala BNN Balangan AKBP Abdul Muthalib, Kepala PN Amuntai, Kepala Pengadilan Agama Amuntai, dan Ketua MUI Balangan.

Membuka kegiatan, Bupati Balangan H Ansharuddin menyampaikan rasa mirisnya melihat banyaknya kasus Narkoba yang terjadi diwilayah Balangan bahkan banyak menimpa remaja usia Produktif.

“Kesadaran dan kewaspadaan perlu terus kita bangun, agar masyakatat kita bisa membentengi diri dari bahaya Napza, nyatakan perang Untuk narkoba!,” tegas Ansharuddin.

Baca Juga :   Bupati Balangan Sampaikan Nota Keuangan RAPBD TA 2018

Lebih Lanjut, Pemberian pemahaman dan Kewaspadaan ini merupakan tugas seluruh elemen masyarakat , terutama untuk orang tua yang wajib memberikan pemahaman kepada anak anaknya untuk menentukan langkah yang benar serta terhindar dari penyalahgunaan narkoba

Kapolres Balangan AKBP Moh Zamroni selaku narasumber menyampaikan bahwa kasus penyalahhunaan narkoba dan miras dari data tahun 2016 meningkat dari 68 kasus menjadi 73 kasus ditahun 2017.

“Dari persentasi ada kenaikan 7 persen ditahun 2017, artinya penyalahgunaan narkoba dibalangansangat memprihatinkan dan ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh elemen masyarakat ,”Tegasnya.

Kasus yang paling banyak ditangani ditahun 2017 ini yakni kasus penyalah gunaan obat keras seperti obat daftar W dan G dan yang sangat miris pelaku dan pengunanya remaja bahkan ada yang masih pelajar.

Dari data 2017 ada 59 kasus penyalahgunaan obat keras , 2 kasus miras dan 5 kasus narkoba
“Narkoba bisa ditekan turun dati 13 kasus ditahun 2016 turun 5 kasus ditahun 2017,”paparnya.

Baca Juga :   2018, Balangan Prioritaskan Infrastruktur dan SDM

Menyikapi hal ini, Kapolres Zamroni berharap semua Stakeholder agar bersama sama memberikan pemahaman bahaya narkoba ini terutama kepada remaja agar masa depan penerus balangan terhindar dari kerusakan akibat narkoba. (Advertorial)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here