Sen. Jul 13th, 2020

‘Anzing’ Membuka Smart Room

2 min read

KabarKalimantan, Banjarmasin – HAI meluncurkan program baru untuk 2020 nanti. Pentas monolog “Anzing” oleh Teater Matahari sebagai pembuka.

Seorang berceramah tentang hubungan anjing dan manusia, Jum’at (27/12/2019) malam di Gedung Balairung Sari Taman Budaya Kalsel, Banjarmasin. Ceramah ilmiah yang tak biasa. Penceramah tiba-tiba melepas hampir semua pakaiannya kemudian bergerak layaknya seekor anjing.

Dalam pemaparannya menggunakan tayangan gambar bergerak, profesor menjelaskan hubungan anjing dan manusia. Antara keduanya, ada kesamaan dalam beberapa hal, khususnya pada libido seksual.

Gambar-gambar yang tampil pun berani. Kadang gambar anjing, kadang gambar manusia dengan tingkah seperti anjing. Mulai dari bentrok perkelahian, sampai adegan hubungan badan manusia.

Tak bisa dipungkiri, tayangan-tayangan itu adalah kenyataan yang terjadi di sekitar. Manusia pun dianggap mulai bertingkah seperti anjing meski anjing sendiri dalam beberapa kesempatan digunakan sebagai umpatan.

“Anjing lho, tai anjing lho,” kata penceramah tersebut.

Saat melihat gambar anjing, penceramah agak bergejolak tubuhnya. Bicaranya pun seperti ada yang ditahan.

Mula-mula ia hanya menyontohkan, andai anjing bisa bicara mereka pun juga mengumpat menyumpahi manusia. Hingga pada puncaknya tak tertahan. Penceramah hampir menyerupai anjing.

Ceramah tersebut sesungguhnya hanyalah pergelaran teater monolog. Dimainkan Teater Matahari dengan aktor sekaligus sutradaranya Edi Sutardi. Monolog yang dibawakan itu berjudul “Anzing” karangan Rahman Sabur.

Pentas yang sarat makna, mengajak kita untuk bercermin mengevaluasi diri. “Tuhan, kenapa kau ciptaan daku sehina ini. Apa manusia itu tuhan. Siapa manusia itu tuhan?” ucap Edi Sutardi saat melakonkan Anzing.

Pergelaran monolog “Anzing” tersebut merupakan buah kerjasama Teater Matahari dengan Human and Inspiring (HAI), sebuah lembaga swadaya yang baru muncul. Mereka hadir di Banjarmasin dengan tawaran program baru.

Sebelum pentas pun dijelaskan, 2020 akan ada perhelatan seni pertunjukkan sepanjang tahun. Nama programnya adalah “Smart Room”.

Sembilan komunitas seni rencananya akan dipilih untuk tampil bergiliran dalam Smart Room 2020. Kesembilan komunitas akan dipilih melalui tahapan seleksi atau kurasi.

“Kami akan memasilitasi kawan-kawan pekerja seni untuk mewujudkan karyanya. Yang tertarik bisa ajukan kepada HAI,” ucap Direktur HAI Hasby Rifani.

HAI dalam program Smart Room menawarkan dana hibah bagi peminatnya. Itu akan digunakan untuk modal awal penggarap.

“Program ini terbuka untuk seniman perorangan, kelompok, ataupun yang berbentuk kolaborasi,” kata Hasby.

Reporter : M Ali Nafiah Noor

Editor : Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab : M Ridha

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.