APAM Siapkan Penampilan untuk Meratus

Warga Dayak Meratus. Istimewa

KabarKalimantan, Banjarmasin – Sekumpulan seniman telah berkumpul dan membuat diskusi-diskusi soal SK Menteri ESDM Nomor 441.K/30/BDJ/2017 tentang ijin eksploitasi batu-bara di Hulu Sungai Tengah(HST). Alhasil mereka sepakat membentuk Aksi Peduli Alam Meratus (APAM).

Dalam waktu dekat, kumpulan seniman peduli lingkungan ini menggelar aksi damai bertajuk “Pentas Seni dan Doa Bagi Meratus”. Maulidi NB yang kondang dengan julukan Wanyi Mandarung sebagai ketua penyelenggara mengatakan, mereka sudah menyebarkan pesan di sosial media yang ditujukan kepada siapapun pegiat seni di Banua.

“Kami mengundang seniman, budayawan, sanggar, komunitas, dan praktisi seni lainnya untuk berpartisipasi,” ujarnya.

Penampilan berbagai jenis kesenian dengan tema keprihatinan tentang kondisi alam dan lingkungan Pegunungan Meratus yang terancam dieksploitasi itu direncanakan berlangsung pada Ahad 28 Januari mendatang. Pertunjukkan dimulai malam hari sejak 20.00 WITA sampai 00.00 WITA.

Baca Juga :   Ada 28 Komunitas Ramaikan Panggung Apam

“Penampilan dalam bentuk apapun, bercorak modern ataupun tradisional dengan durasi 10 sampai 20 menit,” kata Wanyi.

Selain penampilan-penampilan seni dengan semangat perlawanan, dalam APAM nanti juga digelar doa bersama untuk Meratus. Doa akan dipimpin oleh tokoh ulama/cendikiawan.

“Karena ini murni gagasan seniman Kota Banjarmasin yang prihatin dan peduli dengan peristiwa yang terjadi di Bumi Murakata (HST), kami tak dapat memberi imbalan, transportasi, konsumsi, serta akomodasi bagi para partisipan, selain memfasilitasi tempat pertunjukan,” ujar Wanyi.

Fasilitas yang dapat disediakan sampai saat ini adalah Panggung Terbuka (di belakang Bengkel Lukis Sholihin) UPTD Taman Budaya Prov Kalsel, Banjarmasin. Serta level/trap, kursi dan pengeras suara (sound system) seadanya.

Wanyi menjelaskan, partisipan yang membutuhkan alat/keperluan teknis tertentu dipersilakan membawa sendiri alat yang diperlukan. “Untuk pendaftaran, selambat-lambatnya kami terima pada 27 Januari 2018,” katanya.

Baca Juga :   Seniman Menolak Tambang

M ALI NAFIAH NOOR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here