Kam. Jul 16th, 2020

APBD 2020 Disahkan, Bupati Balangan Minta OPD Maksimalkan Anggaran

2 min read

KabarKalimantan, Paringin – Setelah melalui beberapa tahapan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan akhirnya menetapkan Ranperda APBD tahun anggaran 2020 menjadi Perda.

Seperti diketahui, RAPBD TA 2020 yang diusulkan untuk pendapatan daerah lebih dari Rp 1 triliun yang terdiri PAD kurang lebih sebesar Rp 68 miliar, dana perimbangan Rp 878 miliar dan lain-lain pendapatan yang sah juga kurang lebih sebesar Rp 209 miliar.

Hal ini ditetapkan setelah Badan Anggaran (Banggar) DPRD menyampaikan laporan beserta beberapa usulan dan saran terhadap RAPBD TA 2020, Jumat (15/11/2019) lalu. Penetapan ditandai dengan penandatanganan nota persetujuan bersama antara DPRD dengan Pemerintah Kabupaten Balangan.

Penandatangan pun sudah dilakukan oleh Bupati Balangan H Ansharuddin, Ketua DPRD Balangan Ahsani Fauzan, Wakil Ketua II H Ufi Wandi yang turut disaksikan Sekretaris DPRD Balangan Ardiansyah serta para anggota DPRD yang hadir, forkopimda, sejumlah kepala OPD lingkup pemkab setempat dan undangan lainnya.

Ketua Banggar DPRD Balangan M Ifdali menyatakan masih adanya beberapa anggaran yang tidak sesuai dengan harga satuan pokok kegiatan (HSPK) untuk Kabupaten Balangan.

Sehingga menurutnya, harus menjadi perhatian bagi penyusun Anggaran PAD dokumen RAPBD, RKPD serta KUA dan PPAS yang telah disepakati.

Bupati Balangan H Ansharuddin mengapresiasi Badan Anggaran DPRD Balangan dan tim anggaran pemerintah daerah, karena atas kerja kerasnya telah berhasil menyelesaikan pembahasan RAPBD tahun 2020.

“Kami sangat yakin bahwa selama berlangsungnya proses pembahasan mulai dari awal sampai penetapan RAPBD 2020 ini, banyak terdapat perbedaan pandangan dan kekurangan yang belum bisa memuaskan kita semua,” ujarnya.

Namun menurutnya, perbedaan pandangan itu merupakan bentuk keseriusan dan tanggung jawab, dalam menghasilkan perubahan APBD yang betul-betul berdaya guna dan berhasil guna.

Bupati Balangan H Ansharuddin menyadari, sampai saat ini Balangan masih dihadapkan pada kesenjangan kemampuan fiskal daerah, dalam memenuhi kebutuhan untuk membiayai pelaksanaan program pembangunan. Namun dengan sumber daya yang ada, tetap berupaya mewujudkan pembangunan yang adil, merata dan berkesinambungan.

“Berdasarkan itu kita sangat berkepentingan untuk tetap mempertahankan kekompakan semangat kerja sama, dan suasana saling pengertian semua pihak demi percepatan pencapaian pelaksanaan program tahun 2020,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan OPD agar segera mempercepat penyelesaian kegiatan dalam sisa waktu sampai akhir 2019, karena ini sebagai tindak lanjut atas disetujuinya perubahan APBD 2020.

Dalam nota persetujuan bersama yang ditandatangani, APBD Balangan tahun anggaran 2020 yaitu pendapatan daerah mencapai kurang lebih Rp 1,156 triliun, belanja daerah mencapai kurang lebih Rp 1,250 triliun. Dari besaran jumlah itu, mengalami defisit mencapai kurang lebih Rp 93 miliar.

Reporter: FM Hidayatullah

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.