Apes! Terjaring Giat Simpatik Intan 2019, Gafur Dua Kali Kena Tilang

2463

KabarKalimantan, Banjarmasin – Abdul Gafur terperangah. Dia tak bisa berbuat apa-apa. Truk yang dia kendarai terlanjur masuk area razia Simpatik Intan 2019 di Jalan Anang Adenansi, kawasan RTH Kamboja, Banjarmasin Tengah, Jumat (3/5/2019) pagi.

Nahas baginya, surat berkendaranya tak lengkap. Saat diminta oleh petugas, hanya SIM dan selembar kertas yang keluar dari dompetnya. Kertas itu adalah surat keterangan dari kepolisian, terkait hilangnya STNK truk dengan nomor polisi DA 8068 CF tersebut.

Setelah diteliti, diketahui STNK itu hilang sudah lama. Surat keterangan hilang itu dibuat  pada Juli 2018 lalu. Alhasil polisi akhirnya menilang Gafur, karena surat itu dianggap sudah kadaluarsa.

Tak hanya sampai di situ, kepiluan Gafur semakin bertambah. Ibarat kata ‘sudah jatuh tertimpa tangga’, nasibnya hari ini memang betul-betul apes.

Di lokasi yang sama, lagi-lagi dia kena tilang. Kali ini Dishub yang melakukan tindakan. Pasalnya, dia juga tak bisa menunjukan surat tanda uji kendaraan (STUK) atau KIR untuk truk yang dikendarainya.

“Tadi dari Pelabuhan Lama mau ke Trisakti ngangkut barang. Eh, ternyata ada razia. STNK ini memang hilang, belum sempat ngurus bikin yang baru. Mau tidak mau akhirnya ditilang,” imbuh Gafur.

Gafur merupakan salah seorang dari 20 pengendara yang ditertibkan petugas saat dilaksanakannya razia Simpatik Intan 2019 kali ini.

Berdasarkan data dari petugas, ada 15 pengendara yang ditilang Dishub karena tak memiliki KIR. Sedang 5 lainnya di masuk dalam penilangan Polisi karena tak memiliki SIM ataupun STNK.

Kasi Pengawasan dan Pengendalian Dishub Banjarmasin, M Yunus mengatakan bahwa, kegiatan Simpatik Intan 2019 kali ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan Dishub bersama dengan kepolisian.

“Kalau kemarin dilaksanakan di Banjarmasin Selatan bersama Polsek Selatan. Ada 21 angkutan yang kami tilang. Kali ini kami melaksanakan di wilayah Banjarmasin Tengah,” ujar Yunus.

Yunus menambahkan, razia gabungan kali ini fokus terhadap pemerintah surat menyurat kendaraan. Sebab, menurutnya hal tersebut merupakan pelanggaran fatal. “Kalau yang lain masih bisa ditoleransi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Banjarmasin Tengah Iptu Mulyadi mengemukakan, kegiatan Simpatik Intan 2019 merupakan program dalam upaya penertiban berlalu lintas yang dilaksanakan selama 14 hari, dari 29 April hingga 12 Mei mendatang.

Senada dengan Yunus, Mulyadi mengatakan, penertiban yang dilakukan kali ini lebih kepada pelanggaran yang dilakukan pengendara yang tak bisa menunjukan kelengkapan surat menyurat.

“Jadi yang lebih disoroti surat kelengkapan si pengendara. Kalau untuk yang lain, misal sabuk pengaman, lampu, kami hanya memberikan ditegur,” katanya.

Mulyadi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban saat berkendara dengan melengkapi surat menyurat dan perlengkapan keamanan lainnya.

Reporter: M Syahbani

Baca Juga :   Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kamar Hotel Widuri

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here