Sel. Des 1st, 2020

Atap “Melayang”, Menara Pandang Banjarmasin Ditutup 15 Hari

1 min read

BANJARMASIN, KK – Pasca amburuknya atap Menara Pandang di Jalan Piere Tendean kemarin siang, kawasan tersebut ditutup sementara 15 hari sambil menunggu proses perbaikan.

“Kalau masih belum cukup kemungkinan akan diperpanjang,” ucap Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, M Ikhsan, Senin (6/2/2017).

Setelah Disbudpar melakukan pembersihan kemarin, selanjutnya akan didata kerusakan apa saja yang terjadi di bagian lantai empat menara pandang tersebut. Nantinya akan dilaporkan ke pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin.

Adapun kerusakan yang terjadi seperti dua tiang utama penyangga jatuh, tiga membran yang lepas, empat pagar jatuh, satu kanopi rusak dan lima tenda dinas yang berada di bawah juga rusak.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Pariwisata, Disbudpar Kota Banjarmasin Khuzaimi menambahkan, untuk atap nantinya akan dibangun mengantikan yang rusak.

Pihaknya akan melakukan evaluasi kembali disesuaikan dengan keamanan, ketahanan, dan kekuatannya serta bentuk yang disesuiakan dengan selera masyarakat Kota Banjarmasin.

“Dan kita akan publikasikan rancangan pembuatan atap tersebut ke masyarakat agar diketahui dan disesuiakan dengan keinginan mereka,” ucap lelaki yang akrab di panggil Zimi itu.

Sebelumnya, kemarin siang sekitar pukul 13.00 Wita, Kota Banjarmasin diterpa angin kencang yang mencapai kecepatan 30 knot. Sehingga banyak terjadi kerusakan seperti pohon tumbang, baliho roboh, dan atap rumah warga yang lepas.

Menurut data yang didapat dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, kerusakan terparah terjadi di dua kecamatan, yakni bagian utara dan tengah Banjarmasin. bur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.