Kam. Apr 2nd, 2020

Awas! Warga Batola Ini Bikin Resah 10 Desa di Sungai Tabuk

3 min read

KabarKalimantan, Martapura – Warga sepuluh desa di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, dalam satu bulan belakangan dibuat resah oleh seseorang bernama Sugianor Fajar, warga Komplek Persada Raya 1 RT 21, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.

Berbekal surat yang diteken Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, pelaku Sugianor Fajar menelisik penggunaan Dana Desa di Desa Tajau Landung, Keliling Benteng Ilir, Sungai Bangkal, Pejambuan, Lok Buntar, Sungai Tabuk Keramat, Pemangkuan, Lok Baintan Dalam, Sungai Tandipah, dan Pakualam.

Kepala Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kusairi, Selasa (17/10/2017), mengatakan pelaku Sugianor menelisik penggunaan Dana Desa seraya mengadu domba warga. Menurut Kusairi, pelaku Sugianor awalnya menyodorkan niat baik dengan maksud mengawal penggunaan Dana Desa ke kepala desa.

Belakangan, kata Kusairi, pelaku Sugianor malah mencari-cari kesalahan oknum kepala desa dengan menggali informasi ke lawan politik kades. Bahkan, Sugianor sempat mengumpulkan dan mewawancarai warga yang kontra terhadap kepala desa untuk mencari kesalahan si kades. Sugianor pun mengancam melaporkan kades ke aparat hukum.

Baca Juga :   Kapolda Kalsel: Kasus Jembatan Mandastana ke Penyidikan

“Pelaku datang dan meminta data pembangunan di desa kami. Namun kami enggak memberikannya dan dia malahan mengancam akan melaporkan kami, karena dianggapnya proyek di desa kami bermasalah. Yang namanya lawan politik, jangankan penggunaan dana, kita pakai celana warna beda disalahkan. Akhirnya, terjadinya intrik di desa, masyarakat bentrok, dan suasana desa tidak kondusif,” kata Kusairi kepada KabarKalimantan.

Kusairi sempat menelepon Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Provinsi Kalsel, Gusti Syahyar. Mengutip pengakuan Gusti Syahyar, Kusairi, menuturkan Sugianoor hanya ditugasi mengawasi Dana Desa di Tatah Alayung, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala. Kusairi pun heran kenapa Sugianor mengobok-obok desa-desa di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Lantaran resah atas keluakuan Sugianor, para kepala desa, camat, dan Kepala Polsek Sungai Tabuk, menggelar rapat koordinasi di kantor Kecamatan Sungai Tabuk, Selasa (17/10/2017). Di tengah rapat, pelaku Sugianor tiba-tiba tanpa diundang mendatangi kantor Kecamatan Sungai Tabuk.Melihat si pelaku nongol, aparat desa pun langsung menghadapkan Sugianor ke Kapolsek Sungai Tabuk, Ajun Komisaris Siti Rohayati. Alhasil, AKP Siti mengomeli Sugianor yang tampil bak seorang kiai.

Baca Juga :   47 Desa se-Balangan Diminta Taat Bayar Pajak

“Bagaimana mereka (kades) merasa hatinya tersakiti dengan keberadaan sampean, bukan menjadi lebih enak, lebih tenang dalam bekerja. Tapi justru malah kebalikannya. Kalau berkaitan anggaran, itu bukan hak sampaean. Hanya menasehati saja, tidak perlu mengorek-ngorek anggaran. Cara pian datang ini menjadi bumerang bagi pembakal,” ujar AKP Siti Rohayati.

Mendengar ceramah AKP Siti, pelaku Sugianor cuma manggut-manggut sambil gusar menggerakkan kedua kaki dan tangannya. “Tadi sudah dijemput keluarganya untuk pulang,” Kusairi menambahkan.

Adapun Sugianor membantah pengakuan Kusairi. Sugianor mengklaim mendapat mandat dari Gubernur Sahbirin Noor keliling desa se-Kalimantan Selatan. Ia mengaku sudah masuk ke-112 desa se-Barito Kuala dan tidak ada penolakan dari para kades.

“Saya ditugasi gubernur mendamingi dana desa I satu provinsi. Saya enggak pernah tanya RAP dan item pekerjaan. Yang saya tanyakan itu kemuslihatannya,” kata Sugianor.

Baca Juga :   Masyarakat Teriak Macet, Kadishub Banjarmasin: Itu Hanya Syok

Sugianor mengancam balik melaporkan para oknum kades tersebut karena pencemaran nama baiknya. “Saya akan ke Polda, melaporkan pencemaran nama baik dan penganiayaan ke teman saya,” kata Sugianor.

DIANANTA PUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.