Sab. Sep 26th, 2020

Bagikan Ribuan KIP, Jokowi Minta Siswa Tidak Konsumtif

2 min read

Presiden Joko Widodo hadir di tengah ribuan siswa sekolah ketika pembagian Kartu Indonesia Pintar di Balai Kota Banjarmasin, Jumat (15/9/2017). Redkal.com/ Eddy Khairuddin

KabarKalimantan, Banjarmasin – Presiden Joko Widodo membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Banjarmasin, Kamis (15/9/2017). Presiden Joko Widodo mendekati ke kursi lima siswa dan tiga warga miskin untuk menyerahkan KIP dan bantuan sosial PKH secara simbolis.

Mengenakan setelan jas dipadu sarung tenun plus songkok hitam, Presiden Jokowi melangkah di antara kerumunan masyarakat Banjarmasin. Jokowi membagikan KIS dan PKH setelah membuka Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) ke-10 di Masjid Sabilal Muhtadin, Jumat (15/9/2017).

Presiden Jokowi tak canggung membaur di tengah kerumunan warga Banjarmasin yang memenuhi pelataran depan Balai Kota Banjarmasin. Antusiasme warga tampak saat orang nomor satu itu telaten menyalami mereka. Di sela menyampaikan sambutan, Jokowi tak ketinggalan menebar kuis pendidikan ke para siswa yang duduk di bawah tenda undangan.

Ia memberikan tiga unit sepeda bagi siswa yang bisa menjawab pertanyaana. Selepas kuis, Presiden Jokowi menyerahkan kartu sakti KIP untuk siswa. Secara simbolis, Jokowi mendatangi penerima kartu di tempat duduknya.

Jokowi meminta para siswa penerima KIP dan bantuan sosial agar memanfaatkan bantuan dana itu sebaik-baiknya. Ia akan mencabut penerima KIP apabila menemukan penyalahgunaan dana. “Saya harapan Walikota dan Gubernur dapat melakukan pengawasan terhadap penerima KIP ataupun PKH,” kata Joko Widodo.

Lima perwakilan siswa yang menerima KIP terdiri dari M Dafa Khalili, Sabariah Rahayu, M Faturrahman, Zakarya, dan Mardiana. Sementara perwakilan keluarga penerima PKH ialah Hamidah, Kartini, dan Salasiah.

Dari data terhimpun, ada 1.585 siswa dari SD, SMP, dan SMA/SMK di Banjarmasin yang menerima KIP, dan 1.002 orang yang menerima Bansos PKH. “Bantuan ini untuk biaya pendidikan anak-anak, jadi jangan disalahgunakan untuk keperluan lainnya,” tuturnya.

Jokowi mengajak para siswa tidak menggunakan dana KIP untuk kepentingan komersial di luar pendidikan, seperti membeli pulsa. Sebab, Jokowi, mengingatkan pendidikan sangat penting di tengah persaingan kualitas SDM yang semakin ketat.
“Para siswa harus rajin belajar, berdoa dan berolahraga, agar mampu bersaing di kancah dunia,” ujar Joko Widodo.

EDDY KHAIRUDDIN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.