Rab. Agu 12th, 2020

Balangan Terancam Kehilangan Pendapatan Bagi Hasil Tambang Migas

2 min read

KabarKalimantan, Paringin – Kabupaten Balangan terancam bakal kehilangan pemasukan daerah dari aset pertambangan menyusul Pertamina EP Asset 5 Tanjung yang mempunyai lubang minyak di wilayah Balangan akan menutup 29 sumur minyaknya.

Hal itu terungkap saat SKK Migas wilayah Kalimantan dan Sulewesi bersama Pertamina EP Asset 5 Tanjung menggelar sosialisasi terkait usaha hulu migas yang ada di Kabupaten Balangan, Selasa (5/6/2018)

Spesialis Pratama dukungan bisnis SKK Migas wilayah Kalimantan dan Sulewesi Bambang Arianto mengatakan, rencana penutupan ke 29 buah sumur milik pertamina EP Asset 5 Tanjung di wilayah Kabupaten Balangan itu selain terkait dengan aktivitas pertambangan batu bara milik Adaro dan juga kebijakan Kementerian ESDM.

“Penutupan sumur minyak ini memang sudah menjadi perbincangan yang lama di tingkat kementerian. Kami hanya sebagai pelaksana atau penyampai saja,’’ bebernya.

Baca Juga :   Balangan Tolak Berita Hoax

Sementara itu, Field Manager Pertamina EP Asset 5 Tanjung M Firdaus Sabaruddin mengatakan, dari 29 buah sumur yang direncanakan ditutup tersebut, empat buah di antaranya sudah di tutup dan dua dalam progres dan sisanya masih dalam proses.

Meski demikian, ujar Firdaus, untuk proses penutupan dilakukan secara bertahap mengingat ada dua buah sumur di daerah tepian timur Desa Bata Kecamatan Juai masih mengasilkan minyak dan akan ditutup paling akhir.

Disinggung mengenai alasan ditutupnya sebanyak 29 buah sumur milik Pertamina ini karena masuk wilayah pertambangan, Firdaus senada dengan Bambang, penutupan itu bukan berada pada ranah mereka, namun sudah menjadi kebijakan kemeterian.

“Terkait alasannya, bukan menjadi wewenang kami. Tapi yang kami tahu, pembicaraan atau perencanaan ini sudah lama dibahas kementerian ESDM,’’ tegasnya.

Terpisah, Bupati Balangan H Ansharuddin sangat menyayangkan terkait rencana penutupan sumur milik Pertamina itu. Menurutnya, jika seluruh sumur minyak milik Pertamina EP Asset 5 Tanjung yang berada di Kabupaten Balangan ditutup, maka kabupaten Balangan akan kehilangan salah satu sumber pendapatan.
“Selama ini kita menjadi salah daerah penghasil minyak dan gas bumi (Migas) dan berhak mendapatkan dana bagi hasil migas tersebut. Jika ditutup tentu kita keberatan, apalagi di sana ada sumber pendapatan lain seperti pajak PBB yang beberapa waktu lalu mencapai Rp 40 miliar,’’ tegasnya.
Untuk itu, Ansharuddin akan segara melakukan permohonan ke kementerian ESDM terkait rencana penutupan sumur minyak ini.
“Secepatnya, kami akan datangi kementerian ESDM agar rencana ini bisa ditinjau ulang agar Balangan tidak kehilangan sumber pendapatan dari dana bagi hasil migas,’’ pungkasnya.

Baca Juga :   Lima Fraksi DPRD Balangan Berikan Masukan Terkait Raperda APBD Perubahan 2018

FM HIDAYATULLAH

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.