Bambang Bocorkan Programnya Selama Menjabat Sebagai Ketua KONI

3729

BANJARMASIN, KK – Bambang Heri Purnama resmi menjabat sebagai ketua KONI Kalsel periode 2017-2021. sejumlah Program pun disusun demi menghadirkan kejayaan olahraga bagi Kalimantan Selatan.

Ditemui usai acara pelantikan, Bambang mengatakan dalam waktu dekat pihaknya memfokuskan seluruh armada untuk bersiap menyongsong gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X yang akan dilaksanakan di Kabupaten Tabalong Oktober mendatang.

“Fokus kita dalam waktu dekat ini adalah Porprov, dimana para atlet daerah akan mengadu prestasi. Nanti akan kita pantau atlet berprestasi pada Porprov tersebut, lalu kita beri pembinaan,” kata Bambang ketika ditemui di Sekretariat KONI Kalsel, Selasa (23/5).

Bambang berharap, dari hasil pantauan selama Porprov, nantinya akan muncul atlet berprestasi yang akan diproyeksikan untuk mendulang emas sebanyak-banyaknya pada PON 2020 di Papua.

Selain itu, Bambang juga menegaskan bahwa pihaknya akan gencar melakukan komunikasi dalam rangka melakukan sinergi dengan pemerintah daerah. Sebab menurutnya, Pembinaan atlet tidak bisa lepas dari masalah pembiayaan.

“Nanti kita akan adakan audiensi dengan pemerintah daerah, karena Pemerintah kita sangat memprioritaskan olahraga. Terkait anggaran yang akan dialokasikan pemerintah, nanti akan kita lihat dan sesuaikan dengan cabor, agar pembiyaan tepat sasaran,” tutur Bambang.

Bambang juga berencana akan mengadakan Roadshow ke kabupaten-kabupaten, dalam rangka melakukan pembinaan terhadap atlet daerah. Diharapkan dari kunjungan tersebut, Kabupaten yang bersangkutan akan berkomitmen untuk membina 1 cabang olahraga yang akan menghasilkan emas, di luar pembinaan KONI sendiri.

“Artinya masing-masing masing Kabupaten punya cabor andalan, sesuai dengan kultur dan kondisi kabupaten tersebut. Misalnya, Tanjung punya cabor andalan atletik. Kemudian Batola spesialis olahraga air. Nah nanti kita tinggal ambil,” tambahnya.
Diakhir obrolan, Bambang menegaskan bahwa pihaknya akan memaksimalkan Peran dokter yang akan memantau kesehatan dan gizi atlet. Selain itu juga mengoptimalkan peran psikiater guna mendukung pembinaan mental terhadap atlet.

“Jadi selain kondisi fisik, psikisnya juga kita perhatikan. Jangan sampai misalnya dia itu atlet karate, tapi tidak suka kekerasan. Atau bisa jadi misalnya atlet panahan, dinilai berprestasi. Tapi kok pada saat tanding sering gugup, akhirnya sasaran meleset. Nah kita tidak mau ada yang seperti itu, makanya kita maksimalkan peran psikiater,” tutupnya. mud

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here