Bangkitkan Semangat Juang Para Santri

8

KabarKalimantan, Banjarmasin – Peringatan Hari Santri Nasional 2019 diharapkan menjadi momentum membangkitkan semangat kejuangan dan kebangsaan dalam bingkai ukhuwah islamiah.

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor mengatakan, keberadaan bangsa Indonesia ini tidak bisa dipisahkan dengan para santri. Karena di masa penjajahan, para santri dan kiyai sangat berperan untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

“Peran santri dan para kiyai terhadap keberadaan negeri ini sangat luar biasa, itu harus dipelihara dan dijaga,” kata Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin ini usai Istighotsah dan Kirab Santri di Halaman Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Kamis (24/10/2019).

Paman Birin menuturkan, Kalimantan Selatan memiliki santri yang namanya dikenal di seluruh penjuru dunia, karena keilmuannya yang tinggi, yakni Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan dan Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul.

“Almarhum dua tokoh ulama besar tersebut diharapkan bisa menjadi panutan para santri dalam menimba ilmu agama di pesantren,” ucap Paman Birin.

Tidak berbeda dengan Paman Birin, Ketua PWNU Kalimantan Selatan, K H Abdul Haris Makkie mengatakan, di peringatan Hari Santri Nasional yang digelar di tahun keempat ini harus disyukuri karena pemerintah pusat telah menetapkannya dalam Kepres No 22/2015 dan Undang-undang tentang pesantren yang dapat menjadi acuan atau patokan.

“Artinya pemerintah telah memberi ruang kepada pesantren dan para santri untuk bersama-bersama membangun bangsa ini,” kata Haris yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

Haris menuturkan, saat ini para santri tidak hanya belajar tentang ilmu agama saja, tetapi juga belajar soal wawasan kebangsaan dan nasionalisme. Yang mana menurutnya hal tersebut harus dibangun lebih kuat lagi.

“Dengan begitu, maka sinergi kemampuan pemahaman agama dengan kemampuan pemahaman kebangsaan dapat lebih maju dan besar lagi,” ucapnya.

Adapun terkait perhatian pemerintah kepada para santri yang menimba ilmu di pondok pesantren, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan Noor Fahmi mengatakan, pendidikan di pesantren sangat diperhatikan oleh pemerintah.

“Pendidikan di ponpes sudah sejajar dan setara dengan pendidikan umum termasuk ijazah yang setara. Jadi kalau ingin masuk atau melanjutkan  ke perguruan tinggi tidak masalah,” pungkas Fahmi.

Reporter: Syahri Ramadhan
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here