Banjarmasin Darurat Zenith, BNN Desak Pemkot Buat Regulasi Khusus

341

BANJARMASIN, KK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarmasin mendesak Perda Penanganan, Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), serta Tim Intradiksi segera dibentuk.

Itu menyusul pernyataan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hermansyah yang mengatakan Banjarmasin mengalami darurat Zenith beberapa waktu lalu.

 

Desakan itu bukan tidak beralasan, saat ini penanganan terkait permasalahan narkoba khususnya obat-obatan jenis daftar G seperti Zenith (Carnophen) masih tidak sesuai dengan peredaran yang semakin besar.

 

“Dari 2014 hingga tahun 2015 saja, dua ribu persen naiknya,” kata Kepala BNN Kota Banjarmasin, AKBP Ilyas, Rabu (21/12/2016).

 

Menurutnya, mengacu pada UU Nomor 36/2009 tentang kesehatan, yang menangani masalah Zenith termasuk di dalamnya Dinas Kesehatan, Balai POM, dan kepolisian. 

 

Oleh karena itu pembuatan Perda P4GN serta pembentukan Tim Intradiksi yang merupakan gabungan dari kepolisian, Dinkes, Balai POM, BNN, Bea dan Cukai, serta Balai Karantina, diharapkan bisa mempercepat penangangan permasalahan tersebut.

 

Guna menjadi landasan hukum dan mempermudah penanganan narkoba di Banjarmasin, baik dari peredaran maupun penggunaannya yang saat ini sudah terlampau parah.

 

Ia menambahkan, saat ini Zenith merupakan obat yang tidak asing lagi bagi masyarakat, menurut survei yang mereka lakukan saat ini rata-rata anak sekolah di Kota Banjarmasin sudah kenal Zenith dan barang berbahaya lainnya.

 

“Dari tiga puluh siswa minimal dua puluh sampai dua puluh lima anak pernah mengosumsi Zenith maupun menghirup aroma lem,” cetus Ilyas.

 

Hingga saat ini tercatat jumlah pecandu narkoba dan lem berdasarkan data dari BNN untuk Kota Banjarmasin sudah mencapai 12.000 orang. Sedangkan untuk Kalsel berada di posisi ke-17 se-Indonesia dengan total jumlah pecandu 55.568 orang. bur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here