Jum. Feb 28th, 2020

Banjarmasin Diprediksi Penyetor Sampah Terbanyak ke TPA Regional

2 min read

Tumpukan sampah di TPA Basirih milik Kota Banjarmasin terus mendapat kiriman sampah. Redkal.com

KabarKalimantan, Banjarmasin – Wakil Ketua Komisi DPRD III Banjarbaru Emi Lasari mengatakan, Banjarmasin merupakan daerah yang nantinya paling banyak menyetor sampah ke TPA Regional yang berada di Banjarbaru.

Sebab, kata dia, ibu kota Provinsi Kalsel tersebut merupakan penghasil sampah terbanyak dengan produksi sampah 600 ton per hari. Angka itu cukup jauh dibanding Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Barito Kuala yang tergabung dalam konsep Banjar Bakula.

Emi memprediksi TPA Basiring di Kota Banjarmasin hanya mampu bertahan lima tahun ke depan. Ia meyakini Pemkot Banjarmasin sudah punya langkah antisipasi mengatasi persoalan itu.

“Yang paling banyak droping sampah ke TPA Regional itu nantinya Banjarmasin. Juga Banjarmasin akan terkandala untuk TPA pengganti jika TPA Basirih penuh. Makanya kami coba mendiskusikan dengan HL apa opsi yang akan diambil,” ucap Emi Lasari di Bali Kota Banjarmasin, Jumat (15/12/2017).

Dia menambahkan, perlu ada kajian sebelum difungsikannya TPA Regional pada 2018. Kajian menyangkut berapa jumlah sampah yang akan dikirim melihat kondisi Banjarbaru yang sebenarnya tidak terlalu banyak memiliki lahan.

“Luasan Banjarbaru sebenarnya tidak terlalu pas untuk TPA regional ini. Tapi kami tidak mau melihat kebelakang, karena memang Banjarbaru sudah terlanjur memenerima. Makanya kami untuk kedepan memetakan bagaiman pengelolannya,” katanya.

Selain melakukan pertemuan dengan Pemkot Banjarmasin, ia telah membahas hal yang sama dengan daerah lain yang ada di Banjar Bakula. Dari hasil pembicaraan, Kabupaten/Kota rata-rata tidak akan memfungsikan TPA Ragional hingga 10 tahun ke depan. Mengingat kondisi TPA mereka masih bisa digunakan dalam kurun waktu tersebut.

“Kami sudah bertemu dangan Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Barito Kuala, dan terakhir Bajarmaain yang tergabung dalam Banjar Bakula. Memang mereka tidak akan mendroping sampai 10 tahun ke depan, karena terkait TPA mereka yang masih potensial,” ujarnya.

Perihal besaran retribusi sampah, Emi menjawab tidak terlalu tahu. Kewenangan dewan hanya bertugas melakukan pengawasan, baik sebelum difungsikanya TPA tersebut ataupun saat berjalan nantinya.

“Ini mamang belum klir, tapi paling tidak aad bayangan. Itu nantinya kesepakatan antar kepala Kabupaten/Kota sendiri. Dewan hanya sampai pengawasan saja,” pungkasnya.

M SYAHBANI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.