Jum. Jan 22nd, 2021

Barbuk Narkoba dan Obaya Dimusnahkan Polresta Banjarmasin

2 min read

BANJARMASIN, KK – Dipimpin langsung Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Anjar Wicaksana, jutaan pil Carnophen dimusnahkan di halaman depan Polresta Banjarmasin, Selasa (17/1/2017) sekitar pukul 10.30 Wita.

Kombes Pol Anjar Wicaksana, mengatakan pemusnahan barang bukti narkotika dan obat berbahaya (obaya) itu dilakukan agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Adapun pemusnahan barbuk jutaan pil Zenith itu diiringi juga dengan pemusnahan narkotika dan obaya lainnya seperti pil ekstasi dan juga juga narkotika jenis sabu-sabu.

Maraknya peredaran narkoba dan tertangkapnya pelaku pengedar narkoba oleh pihak Polresta Banjarmasin, yang mencapai intensitas hampir setiap hari, membuat Kapolresta Banjarmasin itu mengatakan bahwa Banjarmasin dikategorikan sebagai kota darurat narkoba.

“Hampir setiap hari pihak Polresta melakukan penangkapan pelaku pengedar narkoba, terutama pengedar obat Carnophen, sehingga Kota Banjarmasin bisa dikatakan dalam situasi darurat Zenith,” katanya.

Masuknya obat-obatan yang disinyalir masuk melalui pelabuhan, baik laut ataupun udara membuat pihak kepolisian lebih intensif lagi dalam memerangi narkoba.

Dalam pemusnahan tersebut, barang bukti yang dimusnahkan di antaranya, sebanyak 1,3 juta butir pil carnophen, dan sekitar 195,27 gram sabu, yang dimusnahkan secara simbolis di halaman tersebut, dan sisa dari barbuk akan dimusnahkan di TPA karena tempat halaman depan Polresta yang kurang memungkinkan.

Pemusnahan itu menyelamatkan sedikitnya 6.000 jiwa dari penyalahgunaan narkotika jenis sabu – sabu, dan 113 ribu jiwa terselamatkan dari penyalahgunaan obat daftar G.

Disinggung tentang penyalahgunaan lem yang sekarang mulai marak digunakan anak di bawah umur, Kombes Pol itu mengimbau kepada seluruh pedagang agar lebih selektif dalam menjual barang dagangannya itu.

Dalam pemusnahan barang bukti itu hadir juga Wakil Wali Kota Hermansyah yang memilih langsung sampel uji barang bukti yang akan dimusnahkan.

Herman berharap peredaran obaya itu akan benar-benar bisa dimusnahkan, dan masyarakat lebih sadar lagi akan bahaya besar dari penyalahgunaan narkoba. raf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.