Barito Kuala Kembali Heboh Semburan Gas Bumi

837

KabarKalimantan, Marabahan– Warga Desa Barambai Kolam Kanan, Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala, mendadak heboh dalam satu bulan belakangan setelah menemukan sejumlah titik semburan gas bumi. Kepala Desa Barambai Kolam Kanan, Ketut Rase, mengatakan ada tiga titik sumber gas bumi yang terus membesar.

Menurut Ketut, jarak ketiga titik semburan gas bumi itu berjauhan satu sama lain. “Sebenarnya sejak beberapa bulan yang lalu, tapi sekarang agak membesar, ada tiga titik. Jaraknya ada yang 300 meter, ada yang 500 meter dengan yang lain,” kata Ketut Rase kepada KabarKalimantan, Jumat (1/9/2017).

Ketut mengatakan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala belum turun mengecek kemunculan tiga sumber baru gas bumi ini. Namun, ia mengunci mulut ketika ditanya lebih jauh perihal semburan gas di desanya. Di Barito Kuala, lokasi semburan dikenal sebagai kampung Hindu karena banyak transmigran keturunan Bali. “Kayanya gas bumi,” kata Ketut Rase.

Jauh sebelum kemunculan tiga semburan gas bumi itu, desa setempat pernah dihebohkan atas kemunculan sumber gas bumi bercampur lumpur pada November 2006 silam. Namun, lambat laun semburan lumpur yang mengandung solfat dioksida (S02), N02 (ditrogen dioksida), CO (karbon monoksida), NH3 (amoniak), dan H2S (hidrogen Sulfida), itu bersalin menjadi sumber air di area genangan kolam berdiameter kira-kira 15 meter.

Perusahaan eksplorasi migas pernah meneliti kandungan gas di tempat itu. Tapi, mereka menghentikan aktivitasnya setelah mengevaluasi hasil eksplorasi kandungan gas pada 2011. Beredar kabar, semburan gas di Barambai dalam bentuk Coalbed Methane (CBM) alias gas metana yang terkandung dalam lapisan batubara.

Konon, potensi kandungan CBM Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru cukup besar. Nama perusahaan energi PT Sugico Group sempat digadang akan menggarap potensi CBM di Barito Kuala. Mengutip hasil seminar perihal energi bersih di Kalimantan, muncul angka potensi CBM di Desa Kolam Kanan Barambai sebesar 101,6 triliun M3.

Kalaupun benar kalkulasi CBM di Barito Kuala sebanyak itu, jelas ini potensi ekonomi yang patut diperhitungkan di tengah keterbatasan sumber daya alam di kabupaten setempat. Maklum, Barito Kuala cuma menggantungkan sumber daya alam dari sektor perkebunan sawit.

Diananta Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here