Baru Dilantik, Wakil Rakyat Menolak Duduk Bersama, Ini Alasannya!

2

KabarKaimantan, Banjarmasin – Pelantikan anggota DPRD Kalsel 2019-2024 diwarnai unjuk rasa di tengah jalan. Diajak demonstran duduk bersama di tengah jalan, wakil rakyat yang baru saja mengucap sumpah itu menolak.

Prosesi pengambilan sumpah di Rumah Banjar (Sekretariat DPRD Kalsel Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin) berlangsung khidmat pada Siang (9/9/2019) siang. Tamu penting dari pejabat dan keluarga wakil rakyat berjejal di ruang paripurna.

Rumah Banjar tidak lepas dari penjagaan polisi di setiap penjuru. Keamanan lengkap dengan alat-alat canggih. Ribuan aparat diturunkan. Bahkan jalan raya tepat di depan Rumah Banjar harus diblokade.

Khidmat di dalam, massa di luar tak terbendung. Rencana adanya aksi sudah tersiar beberapa hari sebelumnya. Benar saja, lima kelompok massa mengibarkan panji-panjinya. Mereka tidak bisa masuk, bahkan mendekat ke Rumah Banjar pun terhalang pagar betis. Aspirasi terus saja dipekikkan meski terhalang dinding Rumah Banjar.

Baca Juga :   Kalsel akan Wujudkan 'Forest City'

Setidaknya ada lima kelompok massa yang datang. Ada tiga organisasi masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yakni Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintahan dan Parlemen Kalsel, DPD Pemuda Islam Kalsel, juga Warga Alalak Tengah. Dua lainnya dari organisasi mahasiswa eksternal kampus. Ada PMII Banjarmasin dan KAMMI Banjarmasin.

Meski bergabung dalam satu aksi, mereka membawa tuntutan masing-masing. Yang merata adalah minta komitmen wakil rakyat terpilih agar janji kampanye terealisasi. Itu dituntut dengan tandatangan nota kesepakatan.

Sesuai rencana, Sekretariat DPRD Kalsel Rozaniansyah sebelumnya menyeru wakil rakyat agar menuntaskan dulu prosesi pelantikan. Urusan anggota dewan ingin menemui demonstran dipersilakan sepenuhnya.

Rapat Paripurna ditutup oleh Ketua Sementara DPRS Kalsel dari Fraksi Partai Golkar. Dalam hal itu, ialah Supian HK. Di dalam sidang ia mengajak semua anggota yang baru dilantik untuk menemui pengunjuk rasa.

Saat yang dinanti tiba. Beberapa orang perwakilan keluar dari Rumah Banjar. Dipimpin Ketua Sementara, mereka menghampiri para penyampai aspirasi di ruas jalan Lambung Mangkurat.

Baca Juga :   KPU Ingatkan Parpol Lebih Selektif terhadap Bacaleg

Satu persatu perwakilan Ormas menyampaikan tuntutan. Wakil rakyat mendengarkan dengan seksama.

Tibalah giliran mahasiswa. Dengan semangat yang berkobar, tiba-tiba meminta wakil rakyat duduk bersama. Lesehan di atas aspal.

Wakil rakyat enggan mengiyakan langsung. Supian HK mengambil pengeras suara. “Kalian mau menyampaikan aspirasi, atau menyuruh-nyuruh kami,” katanya.

Nada bicara H Supian HK seolah tak terima. Mahasiswa yang mengaku ibarat anak kepada orang tua menuntut kesetaraan.

Mendengar ucapan H Supian HK, massa bergejolak. Pekikan semakin ribut. Tak lama kemudian, wakil rakyat meninggalkan mahasiswa. Tiga Ormas lainnya membubarkan diri lebih dulu.

Wakil rakyat bukan tak menghargai mahasiswa yang menyampaikan aspirasi. Etika penerus generasi bangsa itu dinilai bermasalah.

Seperti diungkapkan wakil rakyat petahana yang terpilih duduk lagi mewakili Partai Gerindra H Lutfi Saifuddin, sikap dalam menyampaikan aspirasi menurutnya harus dipertimbangkan. “Kami hanya ingin dihormati. Bukan sebagai pribadi, tapi atas nama lembaga,” ucapnya kepada wartawan.

Baca Juga :   Ingin Menambah Sekolah Baru, DPRD Banjarbaru Kunjungi DPRD Kalsel

Politisi muda dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Syarifuddin beda lagi. Meski tak ikut turun ke jalan menemui pendemo, baginya aspirasi masyarakat wajib dijemput. Tapi ada kiat-kiat baru yang perlu dilaksanakan anggota dewan.

Sebagai terpilih duduk di kursi Wakil Ketua Sementara, punya rencana merealisasikan konsep tersebut. Jika tidak dilaksanakan semua anggota dewan, ia siap melakukan sendiri.

Kegiatan yang dimaksud Syarifuddin ialah dialog bersama secara rutin. Itu sudah dibuktikannya bersama-sama. Sewaktu duduk di parlemen Kabupaten Tanah Bumbu, hal serupa sudah dicoba.

Menciptakan ruang dialog bertajuk diskusi publik, tempat harus disiapkan. “Dewan adalah ruang penyampaiaan aspirasi yang sebenarnya. PDIP akan mengadakan setidaknya sebulan sekali,” ujarnya

Reporter : M Ali Nafiah Noor
Editor : Suhaimi Hidayat
Pemamggungjawab : M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here