Batola Gelar Musrenbang Secara ‘Maraton’

228

KabarKalimantan, Marabahan – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) menyelenggarakan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tahun 2018 secara maraton di 17 kecamatan se-Batola.

Sesuai jadwal, Senin (12/3) Musrenbang digelar di empat kecamatan yakni Marabahan, Wanaraya, Mandastana, dan Tabunganen. Selasa (13/3) Tabukan, Belawang, Jejangkit, dan Tamban. Rabu (14/3) Mekarsari, Cerbon, Anjir Muara, dan Rantau Badauh. Kamis (15/3) Anjir Pasar, Kuripan, Barambai, dan Alalak. Sedangkan Senin (19/3) hanya dilaksanakan di kecamatan Bakumpai.

Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat kecamatan Tahun 2019 ini dinilai sangat strategis. Pasalnya, penyusunannya secara penuh untuk kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Batola Hj Noormiliyani dan H Rahmadian Noor dalam kurun waktu 2019-2022, dengan visi Batola Setara (Barito Kuala Satu Kata Satu Rasa, Membangun Desa Menata Kota Menuju Masyarakat Sejahtera).

“Saya harapkan Musrenbangcam kali ini diselenggarakan secara seksama dengan mengusung program dan kegiatan pembangunan yang menjadi usulan prioritas,” harap Bupati Hj Noormiliyani dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bupati Bidang Politik dan Pemerintahan H Norman saat menghadiri Musrenbang di Kecamatan Cerbon, Rabu (14/3).

Baca Juga :   Tim Adipura Sambangi Sejumlah Titik di Marabahan

Norman menjelaskan, musrenbang harus memedomani kriteria spesifik substansi perencanaan tahunan dalam periode RPJMD tahun 2017-2022 yang wajib menjadi proses kolaborasi penyelenggaraan pembangunan dengan mengedepankan sinergis bersifat pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, pelestarian fungsi lingkungan, memberi manfaat langsung bagi masyarakat, efisiensi sumber daya anggaran dan intensifikasi kegiatan pembangunan, serta selaras dengan program pembangunan pemerintah pusat, provinsi serta pemerintah desa.

Dengan kata lain, lanjut Norman, substansi kegiatan harus mendukung pencapaian kinerja yang diukur dari indikator kinerja utama (IKU), sebagai misi Pemkab Batola yakni mengintegrasikan infrastruktur wilayah yang mendukung kemandirian desa dan penataan kota, meningkatkan perekonomian melalui inovasi teknologi berbasis pertanian, meningkatkan kualitas ketaqwaan, kecerdasan, kesehatan dan profesionalitas SDM, serta memantapkan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan melayani.

“Dengan demikian, setiap aspirasi dan usulan kegiatan pembangunan akan benar-benar memberi ruang untuk terbangunan infrastruktur dasar desa, seperti jalan desa, sanitasi, air bersih, jalan antar desa menuju ibukota kabupaten yang berkualifikasi standar, serta jalan usaha tani dan saluran irigasi yang secara khusus berada di wilayah terpencil seperti wilayah Kutabamara dan wilayah terluar lainnya,” terang Norman.

Baca Juga :   Bupati Hasanuddin Murad Boyong Piala Adipura

Norman menambahkan, dalam penuangan aspirasi masyarakat dan mengakomodasikan usulan, Bupati Noormiliyani minta para peserta Musrenbang wajib mencermati fokus program kegiatan yang relevan serta mendukung dengan prioritas nasional Nawa Cita, Kalsel Mapan, dan Batota Setara.

“Selain itu, kegiatan pembangunan oleh SKPD wajib menjadi upaya yang mendukung dan bersinergi dengan pemerintah desa serta berfungsi sebagai upaya edukasi dan fasilitasi bagi keberdayaan masyarakat pemerintah desa dalam rangka menerapkan prinsip membangun desa,” beber Norman.

Sementara itu, dalam rangka pembinaan, pengawasan, pengendalian pembangunan secara cepat dan efisien, baik kepada pemerintah desa oleh kecamatan maupun dengan SKPD lainnya diharapkan dapat memanfaatkan jaringan komunikasi online yang telah tersedia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here