Bawaslu Diminta Libatkan Mahasiswa sebagai Pengawas Pesta Demokrasi

1866

KabarKalimantan, Banjarmasin – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan meminta Bawaslu untuk melibatkan mereka sebagai tim pengawas dalam proses Pemilu, khususnya Pilkada mendatang.

Hal itu tertuang dalam rekomendasi yang mereka sampaikan saat Evaluasi Pelaksanaan Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu 2019 di Kalsel, yang dilaksanakan di Hotel Aria Barito, Selasa (28/5/2019).

Ketua BEM Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Taufik Hidayat mengatakan, bercermin dari Pemilu Serentak 2019 yang baru saja dilaksanakan, banyak ditemukan kasus kekurangan pengawas Pemilu.

Yang paling krusial terjadi di Kabupaten Banjar. Dia mengungkapkan, disana telah ditemukan kekurangan 170 pengawas. “Kami ingin Bawaslu segera membentuk tim pengawas dari mahasiswa sebagai perpanjangan tangan bawaslu untuk mensukseskan Pemilu kedepan,” ucapnya.

Menurutnya, kekurangan pengawas merupakan hal yang fatal dan riskan, sebab kurangnya pengawas membuka celah terjadinya pelanggaran Pemilu. “Berkaca dari pemilu sekarang kurang dari kata sempurna,” imbuhnya.

Baca Juga :   Hamli Kursani Pamit Undur Diri?

Dengan adanya rekomendasi itu, Taufik menginginkan dalam waktu dekat agar Bawaslu membuka rekrutmen yang ditujukan kepada mahasiswa. “Untuk jumlah tergantung Bawaslu,” katanya.

Lantas apakah jika dilibatkan sebagai pengawas pemilu tidak mengganggu kewajiban mereka untuk belajar? Taufik meyakink jika hal itu tidak akan menggau waktu belajar mereka.

“Masalah akademik, mahasiswa sudah mempunya manajemen untuk membagi waktu. Jadi saya rasa tidak akan menjadi masalah,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Bawaslu Kalsel, Erna Kasypiah menyambut baik keinginan mahasiswa agar turut dilibatkan sebagai tim pengawas Pemilu.

Kendati demikian, Bawaslu tidak serta merta langsung mengabulkan apa yang menjadi keinginan mahasiswa tersebut.

Ada beberapa proses yang harus pihaknya melakukan terlebih dahulu. Salah satunya mengkaji rekomendasi dan keinginan mahasiswa untuk terlibat sebagai tim pengawas.

Sebab, lanjut Erna apakah memasukan mahasiswa sebagai tim pengawas tidak bertentangan dengan aturan. Selain itu juga yang menjadi pertimbangan tentunya terkait anggaran.

Baca Juga :   Pemkot Banjarmasin Diminta Tingkatkan Pengawasan Usaha yang Berpotensi Cemari Lingkungan 

“Kalau dibebankan ke Bawaslu tentu akan kami jaki terlebih dahulu. Apakah anggarannya ada, dan apakah boleh membuka pengawasan partisipatif dengan dana Bawaslu. Karena selama ini partisipatif bersifat mandiri,” ujarnya.

Disamping itu, menyinggung sukses tidaknya pelaksanaan Pemilu di Kalsel, Erna menilai pihaknya sudah bekerja secara maksimal khususnya dalam hal pengawasan. Walaupun pada kenyataannya masih ada terjadi pelanggaran.

Oleh karena itulah, dengan adanya evaluasi yang Bawaslu laksanakan kali ini diharapkan bisa menjadi masukan ke depan untuk kegiatan Pemilu selanjutnya.

“Dalam evaluasi ini kami melibatkan mahasiswa untuk Pilkada 2020. Semoga hal yang dianggap kurang di proses Pemilu serentak ini bisa diperbaiki untuk pemilu kedepan,” pungkasnya.

Reporter: M Syahbani

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here