Bawaslu Kalsel Indentifikasi Dugaan Pelanggaran Kampanye

1047

KabarKalimantan, Banjarmasin – Bawaslu Kalimantan Selatan sedang mengidentifikasi dugaan pelanggaran Pemilu saat kampanye akbar yang dilaksanakan Capres nomor urut 01 Joko Widodo di Stadion 17 Mei Banjarmasin.

Ketua Bawaslu Kalsel Iwan Setiawan mengatakan, identifikasi yang dilakukan seperti mengumpulkan bukti dan para saksi atas laporan masuk maupun pengawasan yang dilakukan Bawaslu sendiri.

Di antaranya terkait banyaknya keterlibatan anak-anak di bawah umur yang mengenakan atribut parpol. Serta pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang mendapat respon negatif dari masyarakat saat kampanye umum itu berlangsung.

“Dari hasil laporan dan pengawasan kami. Misalnya keterlibatan anak-anak, ini bagaimana? Prosesnya masih kami identifikasi,” ucapnya usai membuka Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019 di Hotel Jelita, Kamis (28/3/2019).

Iwan menilai, secara umum penyelangaraan rapat umum terbuka yang dilaksankan Rabu (27/3/2019) tersebut boleh dikatakan berjalan aman dan kondusif. Kendati demikian, yang tak bisa dihindari pelaksana adalah pelanggaran yang membuat cedera acara tersebut.

Baca Juga :   HMI Kalselteng Siap Kawal Pemilu 2019

“Ya banyak. Terutama yang bersifat administratif. Seperti keterlibatan anak-anak tadi,” katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut, Bawaslu tak mau dianggap menutup mata. Iwan menyatakan, Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu berkomitmen akan menindaklanjuti setiap laporan masuk.

“Temuan-temuan itu pasti akan ditindaklanjuti sekecil apapun. laporan-laporan yang diterima Bawaslu pasti akan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Selain itu, Bawaslu juga mengharapkan adanya keterlibatan masyarakat, baik oraganisasi masyarakat, kaum difabel, maupun media massa dalam upaya pengawasan. Pasalnya, dia mengakui, jika selama ini Bawaslu acap kali juga merasa kewalahan. Terlebih jika mengawasi acara yang tergolong besar.

“Keteteran juga. Karena ketertabatasan personil, SDM, menyebabkan kadang-kadang, dalam tanda kutip, ada pengewasan terlewat. Ini bukan berati sengaja. Karena terbatas jadi ada yang tak tercover,” ujarnya.

Reporter: M Syahbani

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here