Bea Cukai Banjarmasin Pastikan Pupuk Asal China Berstatus Legal

126

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kepastian hukum terkait pupuk yang dibawa dari China menggunakan Kapal Kargo MV Toyo Maru yang digagalkan Pelabuhan Tri Sakti pada Jumat (4/5/2018) lalu masih tanda tanya. Pasalnya, ada dua tanggapan berbeda yang mencuat usai kasus itu terungkap.

Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian RI Muhrizal Sarwani membenarkan pupuk seberat 6.500 ton dari China yang diangkut menggunakan Kapal Kargo MV Toyo Maru di Pelabuhan Trisakti pada Jumat (4/5/2018) adalah ilegal.

“Benar sekali, pupuk itu berstatus ilegal. Sebab, pupuk tersebut tak terdaftar di Kementerian Pertanian. Selain itu, karungnya pun tanpa merk, tanpa nomor pendaftaran dan belum ada uji mutu dan uji efektivitasnya,” kata Muhrizal Sarwani didampingi Kasi Sosial Budaya dan Kemasyarakatan Bidang Intel Kejaksaan Tinggi Kalsel Acmad Jusriadi dan Perwakilan Dinas Perkebunan serta Dinas Pertanian Kalsel, di Markas Korem 101/Antasari, Senin (7/5/2018) lalu.

Baca Juga :   Tim Gabungan TNI-Polri Gagalkan Penyelundupan Pupuk Ilegal Asal China

Sementara itu, pihak Bea Cukai Banjarmasin menampik hal itu. Kasi Penerangan, Pelayanan dan Informasi Wibowo mengatakan, pupuk yang berasal dari China itu bisa disebut legal ataupun ilegal harusnya dilihat dulu dari Undang-Undang (UU) Kepabeanan  Nomor 10 Tahun 1995 Jo UU Nomor 17 Tahun 2006.

“Legal atau ilegal dapat dinilai berdasarkan UU tersebut bukan yang lain. Jika ada instansi yang lain menyebut barang pupuk itu ilegal, tentunya ada UU yang dipegang mereka,” ujar Wibowo, Senin (14/5/2018).

Wibowo bersikekekuh kalau Pupuk Magnesium Sulvat Muno yang didatangkan dari China itu berstatus legal. Sebab, sudah ada izin yang lengkap. “Bahkan, dalam pengajuan izin bongkar muatnya pun sudah jauh-jauh hari diajukan. Maka dari itu, pupuk tersebut sudah bersifat legal,” tandasnya.

Pun demikian, Wibowo mengatakan pandangan berbeda dari instansi terkait itu wajar. “Kami tetap menghormati  sudut pandang pihak instansi lain. Saat ini kami masih menunggu informasi serta tindaklanjut dari pihak yang menangani,” ungkap Wibowo.

Baca Juga :   Korem 101 Antasari Pantau Perkembangan Hukum Pupuk Ilegal

SYAHBANDI

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here