Begini Keseruan Liburan Kabar Kalimantan di Desa Kambitin, Tabalong

1647

SETELAH sebelumnya tim redaksi Kabar Kalimantan menjelajah Bukit Tirai Hujan Taman Hutan Raya Mandiangin, Kabupaten Banjar, kali ini kami mengajak pembaca untuk menikmati suasana pedesaan sambil memancing ikan untuk melepas kepenatan bekerja setiap hari.

Tujuan Kabar Kalimantan On Vacation kali ini adalah Desa Kambitin gang berada di Kabupaten Tabalong.

Setelah menempuh perjalanan selama lima jam mengunakan mobil dari Banjarmasin, kami sampai di Kabupaten Tabalong, tepatnya di Kota Tanjung saat tengah malam.

Kami memilih beristirahat mengumpulkan tenaga untuk menyambung perjalanan ke Desa Kambitin. Keesokan harinya, agar bisa puas menghabiskan waktu untuk memancing dan menikmati suasana desa, kami pun bergegas untuk siap – siap melanjutkan perjalanan menuju kolam pemancingan yang ada di Desa Kambitin.

Sabtu (18/2/2017) sekitar pukul 08.00 Wita, kami mulai menempuh perjalanan.
Banyaknya jalan yang rusak tak menyurutkan niat kami menuju lokasi pemancingan.

Setibanya di perbatasan desa, kami disambut dua ekor patung patin yang menjadi ciri khas Desa Kambitin. Kebanyakan masyarakat di daerah ini adalah petani ikan dan karet, jadi tak heran apabila jalan menuju pemancingan masih banyak ditemui kebun–kebun karet dan kolam ikan.

Tidak adanya sinyal telepon seluler menambah hikmat suasana desa untuk melepas segala aktifitas duniawi di perkotaan.

Tak sabar untuk memancing, setiba di tempat pemancingan kami langsung mengulurkan alat pancing dan melemparkanya ke kolam. Walaupun di kolam pemancingan, emosi dan kesabaran yang tinggi pun harus dimiliki seorang pemancing, sebab apabila tidak sabar tentu saat memancing akan terasa membosankan.

Selang beberapa saat, ikan pun menyambar pancingan, namun setelah diangkat ternyata hanya ikan kecil seukuran tiga jari saja.

Tak patah arang, penulis yang juga wartawan Kabar Kalimantan kembali memasang umpan di kawat pancing dan melemparkannya ke kolam pemancingan.

Penulis terkejut mendapat tarikan yang cukup berat dari kolam, tampaknya umpan yang diempar sebelumnya dimakan oleh ikan.

Sensasi yang paling mendebarkan adalah saat mengangkat ikan dari air. Sebab jika salah caranya, ikan yang sudah dipancing pun akan lepas dan jatuh ke kolam.

Satu per satu ikan mulai didapat dan umpan pun mulai habis, kami yang sudah kelelahan memancing pun segera mengangkat ikan yang sebelumnya didapat dan dimasukkan ke dalam keranjang agar tidak cepat mati.

Setelah melakukan liburan selama dua hari kami kembali kembali ke Kota Tanjung untuk melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin dan beraktifitas seperti biasa. Perjalanan yang melelahkan itu pun terbayar lunas dengan keseruan yang didapat. bbe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here