Begini Peluang Geopark Meratus Masuk UGG 

12

KabarKalimantan, Yogyakarta – Mengupas peluang Geopark Pegunungan Meratus, Tim Humas dan Protokol Kalimantan Selatan bersama Insan Press Room Pemprov Kalsel bertemu langsung President Jaringan Geopark Indonesia, Budi Martono di Ballroom Hotel Whiz di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (31/10/2019).

Dalam kunjungan studi ke Yogyakarta terkait belajar dan menggali bagaimana pengelolaan Geopark di Yogyakarta sehingga mampu menjadi Unesco Global Geopark (UGG)

Kali ini, Tim Humpro Kalsel bersama Insan Press Room Pemprov Kalsel menggali lebih dalam apa saja syarat agar Geopark Pegunungan Meratus yang saat ini sudah berstatus nasional dapat masuk ke UGG.

President Jaringan Geopark Indonesia yang juga menjabat General Manager Geopark Pegunungan Sewu, Budi Martono mengatakan, Geopark Pegunungan Meratus yang saat ini berstatus nasional cukup berpeluang masuk dalam UGG.

“Meratus sudah mempunyai status yang sudah ditetapkan menjadi geopark nasional, dan untuk menjadi internasional tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi,” kata Budi.

Ia menuturkan,  persyaratan khusus geopark memiliki kriteria yang ditetapkan oleh UNESCO yakni memenuhi unsur keindahan, langka, ilmiah, ekonomi lokal, luas, dan batasan jelas.

Menurutnya, Geopark Meratus telah memenuhi seluruh persyaratan tersebut, bahkan keunggulan Meratus  ditopang dukungan masyarakat adat dan gugusan geosite yang sangat banyak serta beragam.

“Meratus harusnya siap, tinggal komitmen gubernur, bupati dan DPRD,” ucapnya.

Ia menambahkan, semua harus sudah menyamakan visi dan punya kesamaan pemahaman sehingga semua hal yang dibutuhkan untuk menopang geopark cepat terpenuhi, terutama menyangkut penyediaan aksesibilitas seperti jalan menuju geosite.

“Contohnya membikin papan informasi memadai di tiap geosite dan promosi intens melalui beragam jenis bentuk seperti banner di bandara, baliho besar di tepian jalanan protokol strategis dan lainnya,” ucapnya.

Selain itu, Budi menuturkan, pentingnya didalam pengembangan Geopark Meratus selain Pemerintah Daerah juga ada keterlibatan dari Dewan Perwakilan Rakyat sebagaimana pemegang kebijakan anggaran. Karena itu dalam tiap pertemuan membahas geopark, semua pihak terkait mesti diikutkan seperti Bappeda, Dinas Pariwisata, dan terutama DPRD.

“Sebagus apapun konsep dan promosi geopark jika tidak ditopang anggaran, hasilnya tidak akan terlaksana efektif. Jadi, harus terbangun hubungan antara eksekutif, legislatif dan masyarakat,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, saat ini di Indonesia tercatat ada empat geopark di Indonesia yang telah menyandang status UGG yakni Geopark Batur di Bali , Geopark Rinjani di Sumatera Barat, Geopark Pegunungan Sewu di Yogyakarta, dan Geopark Ciletuh Pelabuhan Ratu di Jawa Barat. Sedangkan ada 15 geopark nasional yang mempersiapkan diri menuju UNESCO Global Geopark (UGG) termasuk Geopark Nasional Pegunungan Meratus.

Reporter: Syahri Ramadhan

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here