Bejat! Supian Diduga Paksa Siswi SMK Bersetubuh

529

KabarKalimantan, Marabahan- Kepolisian Sektor Berangas, Kabupaten Barito Kuala, menerima laporan dugaan aksi persetubuhan dan kekerasan terhadap perempuan di bawah umur. Pelaku diduga bernama Supian (22), seorang warga RT 15 Gang Amanah, Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Supian memaksa korban yang berinisial RT (16) untuk berhubungan intim.

Mengutip surat laporan polisi, juru bicara Kepolisian Resor Barito Kuala, Inspektur Dua Zulkifli, mengatakan penangkapan itu setelah ibu korban melaporkan kelakuan bejat Supian terhadap RT. Menurut Zulkifli, pelaku Supian menggarap RT di rumah korban sekira pukul 23.00 Wita, Komplek Persada Permai , Desa Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (16/8/2017).

Di tengah asyik menggerayangi RT, ibu korban yang baru tiba dari rumah sakit memergoki aksi tak senonoh itu. Melihat kedatangan orang tua korban, Supian bergegas melarikan diri ke dapur untuk selanjutnya kabur lewat pintu belakang rumah korban.

“Pelapor lihat korban sedang berduaan dengan terlapor di dalam kamar depan dan bertapih handuk,” kata Ipda Zulikfli mengutip pengakuan pelapor ketika dikonfirmasi KabarKalimantan, Ahad (20/8/2017). Terperanjat melihat aksi itu, ibu korban lekas bertanya ke korban RT. “Sedang apa ikam di dalam kamar? Dijawab korban tidak sedang apa-apa,” ucap Zulkifli melanjutkan.

Keesokan harinya, Kamis 17 Agustus 2017, ibu korban kembali bertanya apa yang sebenarnya terjadi di malam itu. Korban RT tetap mengunci mulut. Tak puas atas respons RT, ibu korban mengancam akan melaporkan kejadian itu ke bapak dan kakak kandung korban. “Akhirnya korban menceritakan ke ibunya bahwa korban telah dicium dan diisap payudaranya, serta dipaksa untuk melakukan hubungan suami istri,” ujar Ipda Zulkifli.

Toh, ibu korban tetap melaporkan kelukuan Supian ke Polsek Berangas. Polisi telah mengamankan barang bukti berupa satu celana dalam berkelir merah dan satu celana panjang hitam. Namun, Zulikfli belum tahu apakah Polsek Berangas sudah menangkap Supian. “Saya belum bisa konfirmasi ke Kapolsel Berangas,” demikian kata Zulkifli.

Kalaupun terbukti, pelaku terancam pasa 81 ayat 1 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar.


Diananta Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here