Beras Oplosan Asal Banjarmasin Dijual ke Surabaya

382
Kapolda Kalsel Brigjen Rachmat Mulyana memeriksa beras oplosan di gudang Bulog di Pelabuhan Trisakti, Senin (8/1/2018). Redkal.com

KabarKalimantan, Banjarmasin – Kapolda Kalsel Brigjen Rachmat Mulyana turun langsung ke gudang beras milik Bulog, guna melihat beras ilegal atau beras oplosan sebanyak 20 ton yang dititipkan ke gudang Bulog Kalsel. Subdit I Ditreskrimsus Polda Kalsel berhasil membongkar praktek ilegal beras oplosan pada hari Minggu sore (7/1/2018) di lokasi areal Pelabuhan Trisakti Bandarmasih Kota Banjarmasin.

Kapolda Kalsel yang datang didampingi Kepala Bulog Kalsel dan Kadis Perindag Kalsel. Mereka ingin memastikan tindakan oknum pengusaha beras nakal menyalahi aturan. Menurut Brigjen Rachmat, bila terbukti bersalah akan dikenakan ancaman hukuman kurungan 2 tahun atau denda Rp4 miliar.

“Kami akan terus mengembangkan kasus ini, tidak tertutup kemungkinan masih ada tersangka lain yang ikut bermain melakukan tindakan mencampur beras milik Bulog yang biasanya untuk operasi pasar dengan beras umum untuk dijual dengan harga tinggi. Kami akan kejar pelaku lainnya,” tegas Brigjen Rachmat Mulyana lewat keterangan tertulis, usai melihat beras ilegal milik pengusaha berinisial BH tinggal di Jalan Gatot Subroto Kuripan Banjarmasin ini.

Beras Bulog asal Vietnam oleh tersangka dicampur beras umum dengan mengganti karung polos putih untuk dijual tujuan Surabaya Jawa Timur dengan harga tinggi. Sebelumya, melalui giat operasi lapangan, Subdit I Ditreskrimsus Polda Kalsel berhasil mengamankan beras medium yang merupakan beras impor dari vietnam sebanyak 375 karung atau sekitar 18.750 kg. Serta 50 lembar karung beras kosong bertuliskan bulog.

Akibat perbuatannya ini, tersangka BH telah melanggar Pasal 143 Jo Pasal 99 UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan. Pasal itu berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja, mencabut, menghapus, menutup, mengganti label, atau mencabut kembali dan atau menukar tanggal, bulan, dan tahun kadaluwarsa pangan yang di edarkan. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak 4 miliar.

DP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here