Paparan Radikalisme Meningkat, BNPT RI dan FKPT Kalsel Ambil Sikap!

Avatar

KabarKalimantan, Banjarmasin – Isu radikalisme masih hangat diperbincangkan. Data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia menyebutkan, paparan radikalisme meningkat dari 2,4 menjadi 5 persen.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, Deradikalisasi BNPT RI Roedy Widodo, dalam acara Smart Indonesia Bersatu Bangsaku, di SMPN 3 Banjarmasin (15/5) siang.

“Meningkat setiap tahunnya. Sekarang sudah 5 persen,” beber Roedy.

Aksi radikalisme itu kini berkembang di media sosial. Bentuknya variatif. Seperti konten-konten yang mengandung unsur intoleransi, menyudutkan, hingga ajakan yang mengarah ke perubahan ideologi.

Jika tak mawas diri, pengguna medsos bisa larut di dalamnya. Dalam survei BNPT RI menyebutkan, radikalisme memapar kalangan ibu-ibu, remaja dan anak-anak. “Indeks keterpaparannya menyasar ke tiga kalangan itu,” sebut Roedy.

Oleh sebab itu, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) digelar. Menyasar ke berbagai sekolah di Indonesia, tak terkecuali di Banjarmasin.

Acaranya dikemas dengan diskusi interaktif dan bonding session. Diikuti oleh para remaja dan ibu-ibu. Harapannya, agar mereka teredukasi untuk lebih selektif dalam menerima informasi di media sosial. “Saya imbau untuk berhati-hati dalam bermedsos. Harus tabayun, pastikan dulu kebenaran informasinya,” pesan Roedy.

Perwira tinggi TNI-AD itu berharap, forum ini meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI. Langkahnya dimulai dari ketahanan keluarga. “Ketahanan keluarga cikal bakal dalam public awarness dan public resilience dalam menjaga keutuhan RI,” tutupnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum, Pemerintahan dan Politik, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Adi Santoso mengatakan, program ini patut diapresiasi. “Bapak Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor mengapresiasi BNPT atas digelarnya acara ini,” ujarnya.

Dalam pesannya, Gubernur berharap, kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang radikalisme. “Sehingga warga Banua bisa terhindar dari paparan radikalisme, Kalsel tetap damai,” tuntasnya.

Reporter: Fahmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *