Berkas Gugatan Yusril Belum Lengkap

300

KabarKalimantan, Banjarmasin – Sehubung dicabutnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dilakukan Pemerintah Kalimantan Selatan melakukan gugatan terhadap tiga perusaan, kini perwakilan dari Yusril kembali mendatangi Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)Kota Banjarmasin, Kamis (22/2/2018).

Di antara tiga perusahaan tersebut yakni PT Silo di Pulau Laut, Kotabaru. Hal itu melalui perwakilan dari Yusril Ihza Mahendra yakni Yusuf Pramono yang didampingi Gugum Ridho.

Yusuf saat dikonfirmasi mengenai hal kedatangannya mengatakan untuk melengkapi berkas. “Kami datang ke sini dapat perintah dari Majelis Hakim, dalam hal berkas yang belum dilengkapi terkhusus redaksi gugatan,” ucapnya.

Lanjutnya, Kamis depan (1/3/2018) kembali lagi ke PTUN untuk mengetahui informasi selanjutnya dalam hal pemilihan Ketua Hakimnya maupun berkas yang belum lengkap.

Sementara itu, hal senada diungkapkan Dayeen, Biro Pelayanan Hukum Pemprov Kalsel, untuk gugatan yang dilakukan oleh pihak Yusril terkait pencabutan perizinan tambang. “Kami selalu siap untuk meladeni hal tersebut, tak ada kata mundur,” ujarnya.

Baca Juga :   12 Penulis Indonesia akan Diboyong ke LBF 2019

Sebelumnya, untuk objek gugatan di PTUN Banjarmasin itu adalah tiga SK yang diteken Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. Yakni, surat bernomor 503/119/DPMPTSP/2018, tertanggal 26 Januari 2018 berisi pencabutan IUPOP untuk PT Sebuku Batubai Coal dengan wilayah konsesi seluas 5.140,89 hektare di Pulau Laut Utara dan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru.

Selanjutnya, SK Gubernur Kalsel bernomor 503/120/DPMPTSP/2018 tertanggal 26 Januari 2018 berisi pencabutan IUPOP untuk PT Sebuku Sejaka Coal di atas luasan areal konsesi tambanga batubara seluas 8.139,93 hektare di Pulau Laut Timur.

Terakhir, SK Gubernur bernomor 503/121/DPMPTSP/2018 tertanggal 26 Januari 2018, juga dicabut IUPOP untuk PT Sebuku Tanjung Coal yang akan menggarap wilayah konsesi seluas 8.990,38 hektare di Pulau Laut Tengah dan Pulau Laut Utara.

SYAHBANDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here