Sen. Jul 13th, 2020

BI Melarang Dua Kali Gesek Transaksi Nontunai

2 min read

KabarKalimntan,Banjarmasin – Bank Indonesia melarang transaksi nontunai dengan cara dua kali gesek lewat mesin Electronic Data Capture (EDC). BI memang gencar melakukan kampanye transaksi nontunai atau pembayaran elektronik (e-money) untuk memudahkan transaksi masyarakat di era modern.

“Bank Indonesia melarang penggesekan ganda (double swipe) dalam transaksi nontunai. Dalam setiap transaksi, kartu hanya boleh digesek sekali di mesin Electronic Data Capture (EDC), dan tidak dilakukan penggesekan lainnya, termasuk di mesin kasir. Pelarangan penggesekan ganda bertujuan melindungi masyarakat dari pencurian data dan informasi kartu,” dikutip dari laman bi.go.id, Rabu (6/9/2017).

Pengaturan mengenai penggesekan ganda kartu nontunai telah tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Pada Pasal 34 huruf b.

Aturan ini tegas melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran, selain untuk tujuan transaksi pemrosesan pembayaran. BI melarang pengambilan data melalui mesin kasir di pedagang.

Baca Juga :   Triwulan II, Pertumbuhan Ekonomi Kalsel Menurun

Salah satu pihak dalam pemrosesan transaksi pembayaran adalah acquirer, yaitu bank atau lembaga yang bekerjasama dengan pedagang, yang dapat memproses data alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) yang diterbitkan oleh pihak lain.

Acquirer wajib memastikan kepatuhan pedagang terhadap larangan penggesekan ganda. Acquirer juga mesti mengambil tindakan tegas menghentikan kerja sama dengan pedagang yang masih melakukan praktik penggesekan ganda.

Untuk kepentingan rekonsiliasi transaksi pembayaran, pedagang dan acquirer diharapkan dapat menggunakan metode lain yang tidak melibatkan penggesekan ganda.

BI mengimbau masyarakat ikut berkontribusi menghindari praktik penggesekan ganda dengan senantiasa menjaga kehati-hatian dalam transaksi nontunai, dan tidak mengizinkan pedagang melakukan penggesekan ganda.

Apabila masyarakat mengetahui atau mengalami praktik penggesekan ganda, masyarakat dapat melaporkan ke Bank Indonesia Contact Center (BICARA) 131,dengan menyebutkan nama pedagang dan nama bank pengelola yang dapat dilihat di stiker mesin EDC.

Baca Juga :   BI Kenalkan Tugas Perbankan di SMAN 2 Banjarmasin

M. RIZAL KHALQI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.