BNNP Kalsel Gelar Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba bagi Instansi Swasta

4

KabarKalimantan, Banjarmasin – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Penggiat Anti Narkoba Instansi Swasta di Hotel Aria Barito, Banjarmasin, sejak 12-13 September 2019.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 30 peserta yang kesemuanya merupakan perwakilan institusi swasta di Kota Banjarmasin tersebut dibuka langsung Kepala BNNP Kalsel Drs Mohamad Aris Purnomo.

Tak hanya membuka acara, Drs Mohamad aris Purnomo juga bertindak sebagai narasumber bersama Kepala Bidang P2M BNNP Kalsel H Ipansyah, Plt Kabid Pemberantasan BNNP kalsel Yanto Suparwito, Kasi Dayamas BNNP kalsel Rakhmadiansyah, dr Shelly dari RSJ Sambang Lihum, dr Khairiyah dari RS Sultan Suriansyah, serta Deny Kurniawan selaku motivator dan perwakilan dari PT Patria Maritim.

Aris Purnomo mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menjalin sinergitas instansi swasta dalam mendukung pelaksanaan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Baca Juga :   Kemendikbud RI Gandeng BNNP Kalsel Sosialisasikan Pendampingan Pencegahan Narkoba di SMKN 2 Banjarmasin

Dalam materi yang disampaikannya, Aris Purnomo menjelaskan potret permasalah narkoba di Indonesia. Ia membeberkan, ada beberapa faktor yang membuat narkoba dengan mudah masuk ke Indonesia, di antaranya ialah geografis yang terbuka. “Demografis yang sangat besar juga menjadi pasar potensial peredaran narkoba,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Aris Purnomo, yang lebih parah sehingga Presiden RI Joko Widodo menyebut Indonesia darurat narkoba lantaran peredaran gelap barang haram tersebut tak hanya menyasar orang dewasa dan remaja, tetapi juga anak-anak.

“Lebih parahnya lagi, sekarang banyak penghuni Lapas yang berperan dalam mengendalikan peredaran gelap narkoba itu,” katanya.

Yang tak kalah menarik dalam pemaparan materi yang disampaikan Aris Purnomo ialah banyaknya tingkat pengguna narkoba dari kalangan pekerja. Ia menjelaskan, dari data BNN pada 2017 lalu, pengguna narkoba di kalangan pekerja mencapai 59 persen.

Baca Juga :   Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Kalsel Sosialisasikan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba kepada PIK Remaja dan Kelompok Bina Ketahanan Remaja

“Penyebab banyaknya pengguna narkoba di kalangan pekerja tersebut bisa dikarenakan tingkat stress yang tinggi (tuntutan pekerjaan), memiliki uang, gaya hidup, serta pengguna lanjutan (sudah pernah menggunakan narkoba sebelum bekerja),” bebernya.

Maka dari itu, lanjut Aris Purnomo, P4GN ini merupakan tugas bersama. Karena seluruh elemen bangsa, baik pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha/swasta harus memiliki komitmen, partisipasi dan bersinergi dalam P4GN.

Menurutnya, ada beberapa program yang harus dilakukan dalam pencegahan narkoba di lingkungan kerja. “Kita perlu membentuk Satgas anti penyalahgunaan narkoba, sosialisasi dampak dan bahaya penyalahgunaan narkoba, pemasangan spanduk imbauan anti penyalahgunaan narkoba, adanya aturan tegas terhadap pegawai yang terlibat penyalahgunaan narkoba, tes urine secara berkala, serta terbuka memberikan informasi terhadap jaringan pelaku kejahatan narkoba,” ujarnya.

Di akhir kegiatan tersebut, panitia pelaksana kegiatan melakukan penyematan PIN penggiat Anti Narkoba.

Baca Juga :   Komjen Pol Heru Winarko Berikan Kuliah Umum di ULM

Reporter: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here