Jum. Jul 3rd, 2020

BNNP Kalsel Terbitkan Surat DPO untuk Bunbun

2 min read

Empat pengedar sabu-sabu yang dikirim lewat Malaysia dan Kalimantan Utara. BNNP Kalsel meringkus mereka pada Jumat (8/12/2017). Redkal.com

KabarKalimantan, Banjarmasin – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Bunbun, si pemilik 2,9 Kilogram sabu yang berhasil diungkap BNNP beberapa pekan lalu.

Kabid Pemberantasan BNNP Kalsel, AKBP Saprianadi, mengatakan petugas terus mencari keberadaan Bunbun setelah petugas berhasil meringkus empat orang kurir sabu pada Jumat (8/12/2012) malam dua pekan lalu. Menurut dia, dua kaki tangan Bunbun yang lebih dulu ditangkap terkesan mengunci mulut ketika didesak membocorkan keberadaan bosnya.

“Mereka berdua bungkam,dan memang Bunbun ini merupakan pemain lama,”jelas Saprianadi ketika dikonfirmasi, Selasa (19/12/2017).

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel berhasil memutus mata rantai jaringan peredaran narkoba di Kalimantan Selatan. Pelaku ditangkap di sekitaran SPBU Sungkai Jalan A. Yani Km 80 Desa Sungkai, Kabupaten Banjar, ketika hendak membawa sabu masuk ke Kota Banjarmasin, Jumat (8/12/2017) sekitar pukul 23.50 wita.

Baca Juga :   Simpan Sabu, Dua Warga Landasan Ulin Diringkus Polisi

Di tempat tersebut, BNNP Kalsel melakukan penggeledahan terhadap dua pelaku dari luar kalsel, yakni Abdul Syarif (36) dan Abdullah Ripannor (49). Hasilnya sangat fantastis dengan temuan lima paket sabu seberat 2,952 gram (2,9 kilogram) yang tersimpan di sebelah kanan badan mobil yang mereka kendarai.

Hasil interogasi kedua pelaku, barang itu hendak diantarkan kepada Bunbun yang rencananya bertemu di sebuah SPBU Gambut, Kabupaten Banjar. Petugas pun melakukan Control Delivery (CD) kepada Bunbun di SPBU Gambut.

Bunbun agaknya mengutus dua anak buahnya untuk mengambil paketan narkoba tersebut. Mereka adalah Randy Suryanata (29) dan Wandy (19). Polisi lekas menangkap dan menggeledah Randy dan Wandy. Petugas kembali menemukan tujuh paket sabu seberat 30,02 gram.

Ketua BNNP Kalsel Brigjen Marsauli Siregar mengatakan dua pelaku jaringan pengedar narkoba ini berasal dari Kalimantan Utara. Menurut Marsauli, jaringan narkoba kedua pelaku dikendalikan Nigeria.

Baca Juga :   Apes, Tukang Ojek Ini Masuk Penjara karena Jual Sabu

“Untuk yang medanai perjalanan Syarif dan Ripannor dibiayai oleh Bunbun, maka dari itu dari keempat pelaku akan kita sangkakan pasal dengan ancaman hukuman 5 tahun atau hukuman mati,” ujar Marsauli Siregar.

Di Indonesia, ia mengungkapkan hasil data sementara penangkapan pada tahun 2017 yang terbesar di Sumatera. “Namun rekornya dapat dipecahkan dari kedua pelaku ini yang berasalkan dari Kaltara,” tandasnya.

M. SYAHBANDI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.