Jum. Apr 10th, 2020

BNPT Gandeng Remaja Banjarmasin Tangkal Propaganda ISIS

3 min read

BNPT menggelar pelatihan Duta Damai Dunia Maya. dok Redkal.com

KabarKalimantan, Banjarmasin– Badan Nasional Penanggulangan Teror merekrut 60 pemuda asal Kota Banjarmasin untuk menangkal propaganda radikalisme dan terorisme di dunia maya. BNPT melatih 60 pemuda pegiat media sosial itu menjadi Duta Damai Dunia Maya alias agen perdamaian.

Kepala Subdit Kontra Propaganda BNPT, Kolonel Sujatmiko, mengatakan anak muda pegiat dunia maya punya potensi kontra propaganda radikalisme lewat tulisan dan tampilan media sosial yang menarik. “Karena bahasa anak muda itu lugu dan tulus. Gaya bahasanya kekinian,” kata Sujatmiko ketika membuka pelatihan Duta Damai Dunia Maya di Hotel Golden Tulip, Kota Banjarmasin, Senin malam (11/9/2017).

Menurut dia, gerakan propaganda transnasional kerap memanfaatkan tameng ISIS saat menyebar paham radikalisme dan terorisme melalui dunia maya. Propaganda semacam ini sangat terstruktur dan gencar mengubah pola pikir dengan target pemuda yang ingin surga secara instan.

Baca Juga :   Kelas Diliburkan, Ribuan Pelajar Diajak Meriahkan Parade Sasirangan

“Kami bisa lihat banyak anak muda berangkat ke Syiria karena tertarik ISIS. Ada mahasiswa dan orang terpelajar yang berjihat ke Siria. Tapi setalah pulang, mereka menyesal,” ujar Sujatmiko.

Melalui duta damai, BNPT ingin membangun jaringan dunia maya yang menangkal propaganda radikalisme dan terorisme. Ia sengaja memilih Kota Banjarmasin karena remaja pegiat media sosialnya paling antusias merespons program ini ketimbang kota besar lain di Kalimantan.

Dari 60 pemuda peserta pelatihan, BNPT membagi menjadi tiga kategori spesialisasi dengan rincian: 10 orang programmer IT, 20 orang ahli desain komunikasi visual (DKV), dan 30 orang penulis blogger.

BNPT akan membagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing terdiri dari penulis, progamer IT, dan DKV. Peserta pelatihan akan digembleng membuat produk kreatif website damai yang akan bergabung ke Pusat Media Damai (PMD) BNPT. Setiap kelompok membuat konten damai melawan propaganda radikalisme dan terorisme di dunia maya.

Baca Juga :   Warga Kelayan Luar Diberi Pendidikan Politik Pasca Pemilu

Blogger, misalnya, bertugas menulis kontra narasi propaganda. “Blogger dibantu programmer IT dan DKV agar tampilan web lebih menarik. Ajakan-ajakan propaganda ISIS sangat bahaya kalau enggak dicounter anak-anak muda,” kata Sujatmiko, seraya menambahkan, “Bisa menekan hoax, salah satu propaganda ISIS.”

Selain kampanye online, pemuda duta damai juga bertugas menyemai pesan perdamaian di sekolah-sekolah secara offline. Sujatmiko optimis anak muda bisa menekan propaganda radikalisme di dunia maya. “Aktif di medsos dengan membekali pesan perdamaian,” kata dia.

BNPT menggelar pelatihan Duta Damai Dunia Maya sejak tahun 2016. Pada tahun awal, BNPT sudah membentuk 23 kelompok duta damai di empat provinsi, yakni Sumatera Utara, DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan. “Pesertanya harus aktif di medsos dengan follower atau viewer banyak,” ujar Sujatmiko.

Adapun tahun 2017, pelatihan duta damai menyasar Kota Bandung, Semarang, Malang, Padang, dan Banjarmasin. Akhir tahun 2017, BNPT berencana mengumpulkan masing-masing dua kelompok terbaik di setiap provinsi yang sudah mendapat pelatihan duta damai. Mereka akan adu ketangkasan meracik tampilan web dengan narasi kontra propaganda terorisme dan radikalisme.

Baca Juga :   Ketua KPU Kalsel Tegaskan Tak Ada Perpanjangan Masa Jabatan Komisioner

Seorang peserta pelatihan, Novy Listiana, mengatakan sangat antusias mengikuti pelatihan kontra propaganda. Mahasiswi semester V Fakultas Hukum Unlam, ini memang gemar menulis perihal hukum di blog pribadinya.

Selepas pelatihan, ia berkeinginan mengisi blognya dengan aneka tulisan perihal aspek hukum terorisme dan radikalisme. “Saya kan juga aktif organisasi, saya suka menulis di blog. Tapi, saya belum tahu berapa banyak follower blog,” kata Novy.

DIANANTA PUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.