Bupati Ansharuddin Berikan Jawaban Pandagan Umum Fraksi DPRD Balangan

495

KabarKalimantan, Paringin – Bupati Balangan H Ansharuddin memberikan tanggapan dan jawabannya usai mendengarkan pandangan umum Fraksi DPRD Balangan terkait usulan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2018 saat rapat paripurna di DPRD Balangan, Selasa (11/6/2019)

Ansharuddin menyampaikan, terkait pengelolaan keuangan desa, pemkab sudah berusaha sebaik mungkin mengikuti aturan yang berlaku, termasuk dalam hal penetapan jumlah dana untuk desa, baik yang bersumber dari APBN maupun dari APBD.

“Kami prioritaskan untuk dilaksanakan dalam anggaran. Tujuannya tidak lain adalah untuk memajukan kesejahteraan desa, hal mana sesuai dengan kebijakan pembangunan nasional,” terangnya.

Ia mengakui, memang sangat perlu untuk terus meningkatkan kompetensi atau kualitas SDM di tingkat desa. Bahkan, selama tahun anggaran 2018 lalu pihaknya melalui dinas terkait, banyak melaksanakan pelatihan, bimbingan dan pendampingan terhadap aparatur desa.

Sedikit menyinggung mengenai dana kelurahan, lanjut Bupati, diinformasikan bahwa dana kelurahan baru dilaksanakan mulai tahun anggaran 2019. Ia pun berharap dapat bersama-sama mengawalnya, dengan bekal pengetahuan dan pengalaman dari pelaksanaan dana desa yang sudah berjalan beberapa tahun terlebih dulu.

Berikutnya, mengenai potensi wisata serta infrastruktur dan fasilitas pendukungnya, tambah Ansharuddin, pemkab menyadari hal itu tidak bisa dibangun dari satu dinas saja.

“Kita telah membentuk tim akselerasi pembangunan pariwisata yang terdiri dari beberapa SKPD serta kelompok-kelompok masyarakat yang relevan. Selain itu juga melakukan promosi melalui berbagai jenis media, serta membangun fasilitas umum pendukung pariwisata, seperti gazebo dan toilet di tempat-tempat kunjungan wisata,” ucapnya.

Tak hanya itu, pemkab juga melaksanakan sosialisasi dan pelatihan-pelatihan terkait pengelolaan objek wisata, serta memfasilitasi pembentukan kelompok-kelompok sadar wisata.

Salah satu hasil yang sudah diperoleh, jumlah wisatawan yang berkunjung meningkat dari 7.329 wisatawan pada tahun 2017, menjadi 9.375 pada tahun 2018.

“Meningkatnya kunjungan wisata ini diharapkan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat di sekitar tempat dan jalur wisata, karena tentu akan membuka peluang-peluang usaha baru, seperti jasa ojek, penginapan, rumah makan dan sebagainya,” ujarnya.

Kemudian terkait infrastruktur pendukung peningkatan produktivitas ekonomi kerakyatan, Ansharuddin mengatakan, pihaknya mengintensifkan pendampingan-pendampingan, baik terhadap petani, peternak dan pelaku UMKM, baik di tahap perencanaan usaha, produksi hingga pemasaran. Melalui SKPD terkait, dilakukan pula bimbingan untuk memperoleh label halal bagi UMKM yang memerlukan untuk produknya.

Meningkatkan pelayanan investasi dengan memperkuat dan meningkatkan pelayanan perizinan di dinas terkait. “Salah satu inovasi kita adalah sudah menggunakan aplikasi online single submission, yaitu layanan secara online yang memungkinkan calon investor mengurus segala perizinan atau administrasi penanaman modal secara online, cepat dan mudah. Ini menjadi salah satu modal dasar kita dalam hal penerimaan investasi dari luar,” ujarnya.

Bupati  juga  menanggapi hal-hal terkait defisit anggaran yang dilontarkan oleh beberapa fraksi dalam pemandangan umum. “Sebagaimana kita ketahui, pada tahun anggaran 2018 APBN mengalami defisit, sehingga berdampak cukup signifikan terhadap kebijakan APBD kita. Artinya, defisit pada anggaran daerah terjadi karena faktor-faktor yang berada di luar jangkauan kita,” ujarnya.

Bagaimanapun, lanjut Ansharuddin, pihaknya merespon situasi tersebut dengan lebih mempertajam efisiensi anggaran dan berfokus pada program-program prioritas dengan tetap konsisten mengalokasikan 20 % dari anggaran belanja untuk bidang pendidikan dan 10 % untuk kesehatan.

“Pengelolaan keuangan kita, mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, penata-usahaan hingga pelaksanaan dan pelaporan sudah kita usahakan sesuai dengan aturan, pedoman dan batasan yang ada, termasuk pemenuhan prinsip-prinsip efisien, efektif, akuntabel dan transparan,” terangnya.

Reporter: FM Hidayatullah

Editor: Suhaimi Hidayat

Penanggungjawanb: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here