Bupati Batola Resmikan Bedah Rumah Terakhir di Penghujung Jabatan

654
Bupati Batola Hasanuddin Murad, Wakil Bupati Batola Mamun Kaderi, dan rombongan pejabat Pemkab Batola saat meresmikan bedah rumah terakhir masa kepemimpinan Hasanuddin di Desa Sei Telan Muara, Sabtu (14/10/2017). Redkal.com/ Diananta Putra

KabarKalimantan, Marabahan – Bupati Barito Kuala, Hasanuddin Murad dan Wakil Bupati Barito Kuala, Ma’mun Kaderi, tampil kompak ketika meresmikan bedah rumah sehat ala TP PKK Barito Kuala di Desa Sungai Telan Muara, Kecamatan Tabunganen, Sabtu (14/10/2017).

Kedua pasangan pemimpin daerah itu meresmikan bedah rumah ke-113 dan 114 sebelum menyudahi kepemimpinan di Barito Kuala pada 3 November 2017. Alhasil, peresmian ini sekaligus menutup program bedah rumah sehat yang diluncurkan sejak 2009 lalu, di masa kepemimpinan Bupati Hasanuddin Murad.

“Saya menjabat bupati tinggal dua puluh hari lagi. Saya minta maaf bila selama kepemimpinan masih ada yang kurang, karena di Batola ada 195 desa dan enam kelurahan. Jadi saya harus mengurusi semua warga di 201 desa/kelurahan se-Batola, tidak hanya di Telan Muara saja,” kata Hasanuddin Murad saat meresmikan rumah milik Udin.

Baca Juga :   Mancing, Pekerja Tower Tewas Tenggelam di Sungai Barito

Selain rumah milik Udin, rombongan Bupati Hasanuddin, meresmikan rumah baru milik Asmah, warga Desa Sungai Telan Kecil. Namun, peresmian kedua rumah sehat itu dipusatkan di rumah Udin.

Menurut Hasanuddin, pemerintah sengaja menginisiasi progam bedah rumah untuk memacu kepedulian orang kaya agar turut meringankan beban si miskin. Sebab, kata dia, pemerintah daerah tidak sanggup kalau harus membantu satu per satu warganya.

“Bedah rumah ini memancing orang-orang yang punya kemampuan ekonomi lebih, untuk berbagi membantu warga miskin di lingkungannya. Itulah maksud Tim Penggerak PKK dan Pemda,” ujar Hasanuddin.

Selain itu, Pemkab Batola menyeleksi ketat siapa penerima manfaat di antara warga miskin. Selain miskin secara ekonomi, kata Hasanuddin, warga desa mesti satu suara soal siapa yang paling berhak menerima manfaat bedah rumah sehat. Mekanisme semacam ini penting demi mengantisipasi silang pendapat di antara warga desa.

Baca Juga :   Sukseskan HPS, Lahan Pertanian Jejangkit Digarap Siang dan Malam

“Kalau enggak ada kesepakatan, nanti ada yang iri, kenapa enggak di wadahku saja. Ayo kita gotong royong, artinya semakin banyak yang terbantu,” ujar politikus Partai Golkar itu.

Program bedah rumah sehat atas sumbangsih pemerintah daerah lewat TP PKK Kabupaten Batola, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Sosial, Dinas Peternakan dan Perkebunan, kecamatan, dan pemerintah desa setempat. Penerima manfaat akan mendapat rumah baru, perabotan, dan bantuan ternak.

“Totalnya Rp 35 juta,” ujar Hasanuddin, seraya berharap program serupa tetap berjalan di era pemerintahan berikutnya.

Adapun Ketua PKK Batola sekaligus Bupati Terpilih Barito Kuala, Noormiliyani Aberani Sulaiman, mengaku sangat memperhatikan warga di Kecamatan Tabunganen dan Kuripan karena berada di ujung selatan dan utara Batola. Ia pun berharap program bedah rumah terus berlanjut di masa kepemimpinannya.

“Kami mohon maaf bila program PKK belum berkenaan pian berataan. Kalau ke Tabunganen, ibu seraya pulang kampung,” ujar Noormiliyani disambut riuh warga desa.

Baca Juga :   Batola Ciptakan Setara Network untuk Kemudahan Masyarakat

Peresmian bedah rumah sehat ala TP PKK ke-114 turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Batola Supriyono, Camat Tabungen D. Fajar, kepala SKPD, ibu-ibu PKK Pemkab Batola, dan warga Desa Sungai Telan Muara.

DIANANTA PUTRA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here