Bupati Hasanuddin Murad Boyong Piala Adipura

290
KabarKalimantan, INFORIAL– Cita-cita H Hasanuddin Murad meraih anugerah Adipura kesampaian setelah menggenggam lambang supremasi bidang kebersihan itu. Hadir mewakili Presiden RI Joko Widodo, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution; dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menyerahkan langsung Piala Adipura kategori kota kecil kepada Hasanuddin Murad di Plaza Ir Soedjono Soerjo Manggala, Jakarta, Rabu lalu (2/8/2017). 
 
 
Bupati Barito Kuala (Batola) itu, terus mendaraskan doa dan mengucap syukur atas prestasi Piala Adipura. Ia mengaku bangga mampu mempersembahkan lambang keberhasilan bidang pengelolaan kebersihan kota dan lingkungan hidup di penghujung masa jabatannya.
 
 
Mewakili masyarakat Batola, ia menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, terutama Kementerian LHK yang telah memberikan penilaian terhadap Kota Marabahan, Ibukota Kabupaten Batola. Penilaian ini membuat Barito Kuala diganjar Piala Adipura.
 
 
Tak lupa, Bupati Hasanuddin Murad mengucapkan terima kasih kepada seluruh  masyarakat Batola, terutama masyarakat Kecamatan Marabahan, yang telah peduli menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan. “Masyarakat sudah menjaga kebersihan dalam mengatasi persoalan sampah,” ujar bupati dua periode itu.
Mantan anggota DPR RI itu mengajak seluruh elemen masyarakat Barito Kuala bersama-sama mempertahankan Adipura yang telah diperjuangkan dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui Piala Adipura, Bupati Hasanuddin mengingatkan bahwa ada tugas besar bagi masyarakat Barito Kuala untuk berkomitmen ikut menjaga kebersihan lingkungan.
 
 
Kota Marabahan, Ibukota Kabupaten Batola, meraih Piala Adipura kategori kota kecil. Selain Marabahan, juga terdapat 8 kota di Kalsel yang memperoleh penghargaan Adipura yakni Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Rantau, Pelaihari, Barabai, Tanjung dan Kandangan.
 
 
Batola baru pertama kali meraih Piala Adipura sejak kepemimpinan Bupati Hasanuddin Murad. Piala Adipura adalah penghargaan tertinggi dan bergengsi di bidang lingkungan hidup dan kebersihan. Guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas anugerah Adipura, Kementerian LHK mereformulasi penghargaan Adipura dengan strategi rebranding Adipura sejak tahun 2016.
 
 
Salah satu proses penilaian yang harus dilalui oleh para bupati/walikota nominator penerima dengan melakukan presentasi dan wawancara di depan Dewan Pertimbangan Adipura, praktisi pengelolaan sampah dan bidang pemasaran, pejabat Kementerian LHK, akademisi perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, serta rekan-rekan media massa. *
 
Baca Juga :   Puluhan Kendaran Bermotor Terjaring Razia Dalam Penertiban Gabungan Satlantas Batola

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here