Cara Birokrat Batola Menekan Praktek Korupsi

165

KabarKalimantan, Marabahan- Bupati Barito Kuala (Batola) H Hasanuddin Murad, mengatakan pemberantasan korupsi mesti bermula dari diri sendiri. Hasanuddin dan Forkpimda Barito Kuala mencanangkan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi yang Bersih dan Melayani (WBBM) di PN Marabahan, Senin (4/9/2017).

Melalui gerakan ini, Hasanuddin berharap PN Marabahan lebih berintegritas dalam melaksanakan visi dan misi pengadilan. Bekas Dosen Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, itu meminta kegiatan ini mesti dipublikasikan secara luas kepada khalayak.

Oleh karena itu, Hasanuddin butuh peran publik yang memantau, mengawal, dan mengawasi praktek birokrasi demi mencegah korupsi plus meningkatkan kualitas pelayanan birokrasi.

“Semoga mampu memberi pemahaman yang benar terhadap berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan pemerintah kepada seluruh masyarakat, sehingga dapat bersinergi mensukseskan program akselerasi. Masyarakat bisa ikut berpartisipasi aktif mendukung tercapainya seluruh tujuan pembangunan, baik yang dilaksanakan pemerintah pusat, Provinsi Kalsel, maupun Batola sendiri,” kata Hasanuddin Murad.

Ketua PN Marabahan, Susanti Arsi Wibawani, mengatakan Pencanangan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM di lingkungan PN Marabahan sebagai kesungguhan institusi pengadilan. Menurut dia, penerapan zona integritas salah satu formulasi tepat untuk menciptakan badan peradilan sebagaimana visi dan misi Mahkamah Agung RI.

Susanti siap melaksanakan reformasi birokrasi konsekuen demi menghadirkan aparatur pengadilan yang handal serta profesional menegakkan supremasi hukum. “Kita berharap pencanangan ini dapat melakukan perbaikan nyata di masa mendatang sebagai sebuah landasan yang kokoh, sehingga terwujud penegakan hukum yang berkeadilan dan berhati nurani sesuai harapan masyarakat,” kata Susanti.

Pencanangan Zona Integritas yang berlangsung di Aula Pertemuan PN Marabahan diawali penandatatangan pakta integritas seluruh pegawai PN Marabahan. Kemudian dilanjutkan penandatanganan para saksi, mulai Bupati H Hasanuddin Murad, Kapolres, dan Kajari.

Diananta Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here