Sel. Jun 15th, 2021

Cara Mengatasi Kegagalan Agar Tidak Ada Keterpurukan

3 min read

ORANG sukses lebih banyak merasakan gagalnya dari pada yang dirasakan orang gagal,gimana sih rasanya gagal? Bagi yang pernah mengalaminya pasti rasanya “ga enak banget”. Setiap orang dapat berbeda dalam menyatakan kegagalannya. Belum tentu kegagalannya itu menurut orang lain suatu kegagalan. Sebab setiap orang mempunyai standar yang berbeda-beda atas keinginan yang ingin dicapai. Jadi kegagalan hanya bisa diukur oleh masing-masing individu.

Sebenarnya apa sih penyebab kegagalan itu? Penyebab kegagalan yang paling utama yaitu takut pada kegagalan itu sendiri, jadi dalam melakukan sesuatu ia merasa takut gagal. Misalnya kalau mau mendirikan usaha, selalu diselimuti rasa takut gagal maka akan berpengaruh besar pada usahanya. Bisa jadi usahanya tidak akan pernah maju seperti yang diharapkan. Rasa takut hanya akan menghambat perjalananmu.

Kombinasi antara tujuan dan tindakan akan menghasilkan beberapa tipe, pertama ada tujuan dan tindakan (usaha +), kamu tahu mau kemana dan melakukan tindakan untuk menuju kesana, biasanya akan menjadi orang yang terarah dan tahu apa yang harus dilakukan. Kedua ada tujuan tapi tidak ada tindakan (melamun), kamu tahu mau kemana tapi tidak melakukan apa-apa. Sebenarnya kamu sedang diam ditempat atau melamun.

Tidak ada tujuan tapi ada tindakan (ngawur), melakukan sesuatu tetapi tidak tahu buat apa maka kamu bisa jadi membabi buta alias ngawur, dan akhirnya capek dan stress. Terakhir tidak ada tujuan dan tidak ada tindakan (mogok), ini merupakan orang yang tidak ada gunanya, mending kalau diamnya ayam betina bisa bertelur, kalau orang mogok seperti ini tidak punya semangat hidup.

Untuk merapikan dan membuat kombinasi ideal kedua hal tersebut baik tujuan maupun tindakan maka kuncinya diperencanaan. Jika kamu gagal dalam merencanakan berarti merencanakan untuk gagal. Kamu harus berusaha untuk menetapkan tujuan dan melakukan tindakan agar hidupmu punya arah dan tindakan yang akan dilakukan menuju arah yang ditetapkan.

Penyesalan adalah respon rutin terhadap tujuan yang tidak tercapai, tindakan yang tidak optimal dan strategi yang tidak jitu. Jadi tujuan tindakan dan strategi harus beriringan, dan semuanya berawal dari perencanaan yang kurang matang, tidak disiapkan dengan jadwal yang terukur dan antisipasi jika ada perubahan ditengah jalan. Orang-orang besar dan terkenal dalam meniti kariernya tidak bisa langsung berhasil.

Banyak tahap yang harus dilewati dan kegagalanpun selalu menghiasi tahapan yang mereka lalui. Tetapi hal itu tidak menjadikan mereka pesimis, mereka malah terus mencoba dan memperbaiki diri. Ada pepatah lama mengatakan ”kegagalan adalah guru yang terbaik”, hal ini karena banyak orang yang mengalami kesuksesan setelah kegagalan menimpa dirinya. Kegagalan dijadikan pendorong untuk mencapai keberhasilan yang diinginkan.

Ada beberapa tips agar sukses mengatasi kegagalan yaitu jangan putus asa, ambil langkah baru, intropeksi diri dan modal percaya diri. Banyak orang yang berputus asa setelah mengalami kegagalan. Padahal dengan berputus asa tidak dapat memecahkan masalah, justru akan membuang waktu saja. Orang yang berputus asa berkepanjangan tidak akan menemukan keberhasilan, sebab hari-harinya dipenuhi rasa penyesalan. Atasi kegagalan dengan semangat baru untuk berusaha dengan lebih baik lagi. Bangkitlah dan jangan berputus asa.

Orang yang tidak belajar dari kegagalannya yaitu melakukan sesuatu dengan cara dan langkah yang sama saat ia gagal, padahal seharusnya dia mencari jalan lain untuk mencapai tujuan agar kegagalan tidak terulang kembali. Saat mengalami kegagalan cobalah untuk intropeksi diri. Kelemahan apa yang terdapat pada diri sendiri sehingga bisa gagal. Ibarat tersandung dalam perjalanan bukan salah batunya tetapi kita yang kurang waspada dan berhati-hati dalam berjalan. Temukan penyebab kegagalan itu kemudian koreksi diri agar tidak jatuh lagi, dan harus membuat perencanaan matang sebelum melangkah lagi.

Kalau ingin berhasil jangan punya perasaan minder, malu dan kurang percaya diri. Perasaan ini menyebabkan kita tidak yakin sejak awal dan inilah yang bisa menghambat keberhasilan, meskipun setiap orang punya kelemahan tetapi jangan dibesar-besarkan atau selalu di tampakkan di umum. Orang sukses lebih banyak gagalnya ketimbang orang-orang gagal, orang gagal begitu mengalami kegagalan akan berhenti beda dengan orang sukses begitu kegagalan menimpa bukan akhir dari segalanya melainkan awal untuk melakukan perubahan dan akan terus mencoba untuk menjemput sukses yang tertunda.

Oleh: Fitria Rahmah, S.Pd
Guru Kelas di SD Negeri 1 Pasar Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.