Cegah Penyebaran Covid-19, MTQN ke XXXIII Tingkat Provinsi di Tanah Bumbu Ditunda  

2 min read
104

KabarKalimantan, Banjarmasin – Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 dalam pagelaran Mushabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXXIII di Kabupaten Tanah Bumbu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menunda pelaksanaannya dan akan diganti secara virtual.

Pj Gubernur Kalsel Safrizal mengatakan, pelaksanaan MTQ 2021 yang rencananya akan dilaksanakan dari 3-8 April 2021 di Tanah Bumbu harus ditunda karena dikhawatirkan dapat berpotensi terjadi penyebaran virus Covid-19.

“Dengan sangat berat hati, dan bersedih hati kami nyatakan pelaksanaan MTQ di Tanah Bumbu ditunda dan akan dilakukan secara virtual,” katanya dalam konfrensi pers secara virtual, Sabtu (3/4/2021).

Baca Juga :   Ini Curhatan Warga HST yang Kokoh Tolak Tambang di Bumi Murakata

Untuk pelaksanaan secara virtual, lanjut Safrizal, pihaknya akan meminta LPTQ untuk menyusun tata cara lomba secara virtual dan segera melaporkan jika dinyatakan siap untuk dilaksanakan secara virtual dari kabupaten dan kota masing-masing.

“Setelah dilaporkan kesiapan oleh LPTQ, nantinya kami akan mengumumkan kembali kepada publik pelaksanaanya, dan walaupun terasa kurang gegap gempitanya dalam pelaksanaan MTQ, namun tidak mengurangi hikmah MTQ tersebut,” ucapnya.

Ia berharap, penundaan ini menjawab ekspektasi dari beberapa pihak yang meminta untuk mempertimbangkan kembali pelaksanaan MTQ yang berpotensi menjadi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tanbu.

Baca Juga :   Mukhyar: Isu Dana Siluman Pembangunan Taman Jukung Terbang Tak Benar

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Tanah Bumbu dan LPTQ menyampaikan permohonan maaf bahwa acara ditunda dan diubah metode pelaksanaannya yang semata-mata demi menjaga keselamatan kita bersama,” katanya.

Disamping itu, ia juga mengingatkan agar bupati/walikota, dan LPTQ  Kalsel agar menjelaskan kepada kafilah dan masyarakat bahwa penundaan ini semata-mata untuk mencegah Covid-19 dan menjaga kesehatan bersama.

Sementara itu Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar mengatakan, penundaan ini akan lebih baik karena sebelumnya ia telah menyaksikan langsung sangat susah membendung kehadiran masyarakat dan para peserta. “Saya kira ini lebih menunjukkan cinta kita bersama, mudah-mudahan dengan demikian peningkatan kasus Covid-19 ini bisa kita cegah di Tanah Bumbu,” katanya.

Baca Juga :   Tutup Tahun, DPRD Keluarkan 6 Perda

Dari 1.168 kafilah yang sudah swab pcr dan hasilnya negatif akan dipulangkan ke kediaman masing-masing. Sedangkan yang positif akan dirawat atau di karantina di Tanah Bumbu sampai sembuh. Sebab, kalau dalam keadaan positif dipulangkan, maka akan sangat membahayakan.

Reporter: Syahri Ramadhan
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *