Rab. Sep 23rd, 2020

Cuncung, Pesan Sang Ayah dan Lepas Kursi Senayan

3 min read
PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) Tanah Bumbu akan dilaksanakan 9 Desember 2020. Tiga pasangan calon hampir dipastikan akan bertarung pada Pilkada serentak ini. Nah, salah satu calon bupati Tanah Bumbu adalah Syafruddin H Maming atau akrab disapa Cuncung.
Pencalonan Cuncung terbilang menarik. Bagaimana tidak, ia rela melepas jabatan sebagai anggota DPR RI untuk maju sebagai calon bupati Tanah Bumbu. Jika melihat dari kemapanan ekonomi, tentu ini adalah sebuah pertaruhan yang cukup besar. Lantas, apa yang membuat Cuncung rela untuk melepaskan kursinya di Senayan dan apa hubungannya dengan almarhum sang ayah? Untuk mengetahui jawabannya, kami berkesempatan melakukan wawancara dengan pria kelahiran 6 Januari 1977 ini. Berikut kutipannya:
Bagaimana kabar Anda?
 
Alhamdulillah sehat.
Anda merupakan anak tokoh masyarakat di Tanah Bumbu. Bagaimana Anda menjalani kehidupan?

Ya, orang tua saya memang cukup berada. Tapi bukan berarti saya hanya diam menikmati fasilitas. Saya senang bekerja keras.
Misalnya?
Saya pernah menjadi buruh kayu di Dermaga Pasar Lima Batu Licin. Pekerjaan itu saya jalani sekitar awal tahun 2000.
Mengapa sampai seperti itu?
 
Kami selalu diajarkan ayah soal kemadirian. Beliau adalah orang yang disiplin, tegas, dan tak pernah terlalu memanjakan anak-anaknya.
Berbicara tentang ayah Anda almarhum H Maming, apa yang paling Anda ingat dari beliau?
 
Beliau selalu berpesan agar kami membantu orang lain. Beliau mengatakan, kalau punya uang bantulah dengan harta, kalau tak punya uang bantu dengan tenaga, kalau harta dan tenaga tidak punya, minimal bantulah orang dengan pemikiran. Poinnya, beliau menginginkan anak-anak beliau selalu berbuat baik dengan orang lain.
Lantas, kapan terjun ke dunia politik?
Pada 2008 saya diajak adik saya H Mardani bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Saat itu PKB masih diketuai almarhum Gusdur. Namun, belakangan terjadi dualisme yang membuat kami tak memungkinkan diri untuk bertahan di PKB.
Setelah itu Anda hijrah ke PDIP?
Ya, saya dan Mardani pindah ke PDIP
Kenapa memilih PDIP?
 
Kami melihat PDIP adalah partai yang selalu memperjuangkan kepentingan masyarakat. Terutama masyarakat kecil. Makanya, ada istilah PDIP sebagai ‘Partai Wong Cilik’.
Alasan Lain?
 
Restu orang tua, kalau tidak ada izin beliau mungkin kami tak memilih PDIP.
Sebenarnya apa alasan paling mendasar bagi Anda untuk terjun ke dunia politik?
 
Bagi saya politik adalah soal pengabdian, bukan mencari keuntungan. Jika kita berpolitik dengan baik, maka kita bisa memberikan sumbangsih terbaik untuk masyarakat. Artinya, kita bisa membantu orang dalam skala sangat besar.
Mengapa Anda melepaskan jabatan anggota DPR RI yang sudah dalam genggaman untuk kemudian memilih sebagai calon bupati Tanah Bumbu?
 
Kembali soal pengabdian. Dengan menjadi bupati saya bisa berbuat lebih banyak kepada masyarakat Tanah Bumbu. Saya bisa membuat kebijakan langsung yang menguntungkan kepentingan masyarakat. Mungkin ini salah satu pusat pengabdian bagi saya sebagai putra Tanah Bumbu.
Kalau Anda kalah, sementara Anda sudah kehilangan jabatan sebagai anggota DPR RI. Inikan jelas merugikan?
 
Ini namanya konsekwensi politik. Makanya, saya sampaikan tadi, bagi saya berpolitik bukan soal untung rugi. Tapi soal pengabdian besar bagi masyarakat. Saya sudah sangat siap dengan segala konsekwensinya. Yang pasti tujuan saya mengabdi secara penuh untuk masyarakat Tanah Bumbu. Hal ini juga sesuai dengan pesan ayah untuk selalu membantu orang dan bermanfaat bagi masyarakat.
Anda sudah punya program jika terpilih?
 
Ya, itu sudah saya siapkan dengan matang. Salah satunya adalah tri dharma pembangunan, yakni bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Tiga hal ini menjadi elemen utama dan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Tapi, tentu saja kami sudah memiliki banyak program lain di berbagai bidang, baik pertanian, perikanan, kegiatan usaha masyarakat, keagamaan, pengembangan desa, serta berbagai program lain untuk kemaslahatan masyarakat Tanah Bumbu.
Baiklah, mudah-mudahan cita-cita Anda untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat Tanah Bumbu bisa tercapai!
Insya Allah, saya juga minta doa kawan-kawan. Bagi saya, doa adalah kekuatan terbesar untuk mencapai keberhasilan. Doakan juga kalau terpilih saya bisa amanah menjalankan tugas dan bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat Tanah Bumbu.
Tim Liputan Kabar Kalimantan
Penanggungjawab: M Ridha
Baca Juga :   Tanah Bumbu Perlu Sosok Muda Visioner, Maju, dan Sehat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | redkal.com by Kabar Kalimantan.