Dalam Sehari, Polres Batola Ungkap Banyak Kasus  

1224

KabarKalimantan, Banjarmasin– Kepolisian Resor Barito Kuala mengungkap aneka tindak pidana pelanggaran hukum di wilayah Barito Kuala dalam tempo satu hari. Di Desa Batik, Kecamatan Bakumpai, polisi menciduk penjual pil carnophen bernama Hasan Husni bin Ruslan, 38 tahun. Pelaku Hasan diketaui tinggal di Desa Paul, Kecamatan Bekarangan, Kabupaten Tapin.

Polsek Bakumpai mengamankan barang bukti sebanyak 300 butir pil carnophen atau zenith dan satu plastik warna merah. Polisi menciduk Hasan sekitar pukul 11.00 Wita pada Sabtu (22/7/2017). “Pelaku ditangkap saat menjual dan mengedarkan obat-obatan jeniscarnophen tanpa ijin,” kata Juru Bicara Kepolisian Resor Barito Kuala, Inspektur Dua Zulkifli, Ahad (23/7/2017).

Polisi juga menangkap seorang pelaku pengedar carnophen bernama Sugianoor, 35 tahun, di Desa Jelapat, Kecamatan Tamban pada Sabtu kemarin. Berbekal informasi masyarakat, polisi lekas menggerebek rumah Sugianoor pukul 14.00.  Dari tangan Sugianoor, polisi mengamankan barang bukti sebanyak 153 butir pil carnophen, duit Rp 200 ribu, tas selempang kelir hitam, dan dompet warna pink.

Menurut Ipda Zulkifli, kedua pengedar pil ‘Jin’ itu terbukti melanggar pasal 197 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Adapun di perairan Sungai Poros, Desa Bantuil, Kecamatan Cerbon, polisi menangkap seorang penyetrum ikan sesaat setelah melarikan diri. Pelaku bernama Mastur, seorang warga Jalan Anjir Talaran, Kecamatan Marabahan. Penangkapan ini pukul 05.00 Wita pada Sabtu kemarin.

Sebelum meringkus Mastur, kata Zulkifli, polisi mencurigai gerak-gerik pelaku yang tengah naik sampan. Saat polisi memanggil, Mastur justru memacu sampan membelah sungai poros. Tahu sasaran melarikan diri, polisi lekas mengejar dan berhasil meringkus Mastur.

Dari tangan Mastur, polisi mengamankan barang bukti satu unit sampan, satu set alat setrum, 3 buah accu, 5 kilogram ikan hasil penyetruman seperti gabus, sepat, papuyu, dan sepat siam, dan satu buah senter.  “Penyetruman ikan melanggar pasal 84 ayat 1 UU RI No.31 th 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dan ditambah UU RI no 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI no 31 th 2004,” Zulkifli menambahkan.

Diananta P. Sumedi 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here