Dalami e-Service, Dishut kirim Pejabat Eselon III ke Finlandia

13

KabarKalimantan, Banjarbaru – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan akan kembali kunjungi Finlandia guna belajar dan mendalami aplikasi e-Service.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, Bumi Antasari punya hutan potensial dengan keunggulan geografis yang luar biasa. Sangat disayangkan, jika kita tidak berdaya karena tidak adanya ujung pangkalnya dan tidak adanya desain makro yang sifatnya regional dibangun oleh pemerintah pusat.

“Sehingga ini menyulitkan kita dalam membangun hutan. Kita tidak tahu arahnya kemana?” Katanya saat jumpa pers di Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Banjarbaru, Selasa (12/11/2019).

Ia menuturkan, sejak mengikuti Menteri Kehutanan RI kunjungan ke Finlandia dan Swedia yang merupakan barometer pembangunan kehutanan internasional, Kalsel dapat banyak pelajaran disana.

“Ada beberapa metode dan model dari Finlandia dan Swedia yang sudah kami aplikasikan di Kalimantan Selatan,” ucap Hanif.

Baca Juga :   Dorong IPM dengan Perluasan dan Peningkatan Kualitas Dunia Pendidikan

Ia menuturkan, Dalam kunjungannya kali ini pun ke Finlandia nanti untuk belajar bagaimana pengelolaan hutan dengan menggunakan sistem digital yakni aplikasi e-Service.

“Mulai dari pembibitan, penanaman, pemanenan dan bahkan hingga kemana harus memasarkan hasil hutannya,” kata Hanif.

Kali ini, Ia juga mengajak 7 eselon III dan 1 orang dosen senior ULM yang terus ikut mengawal desain hutan Kalsel untuk ikut belajar kesana.

“Kali ini khusus yang berangkat para eselon III. Mereka disana akan belajar dan mendalami metode aplikasi e-Service,” ucap Hanif.

Ia berharap, pola ini mulai efektif bekerja pada 2020. Hanif optimis e-service mengoptimalkan hasil perhutanan karena digarap teratur mulai hulu sampai hilirnya. Sebab, selama ini ia mengakui pola penanaman dan hilirisasi hasil hutan kurang optimal, sehingga belum berdampak signifikan terhadap kesejahteraan warga lokal.

“Hutan harus membangkitkan nilai masyarakat, harus ada unsur kelestarian dan bisa membangun daerah setempat,” pungkas Hanif.

Baca Juga :   Ustadz dan Ustadzah se-Kota Banjarmasin Silaturahmi dengan Paman Birin

Adapun timnya tersebut akan berangkat selama 10 hari, dari tanggal 15 hingga 24 November.

Reporter : Syahri Ramadhan

Editor : Suhaimi Hidayat

Penanggungjawab : M Ridha

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here