Danu : Lahan Pertanian Desa Jejangkit Mengandung Racun

1015

Kabarkalimantan, Banjarmasin – Lahan pertanian di Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Barito Kuala dinilai sangat potensial hingga ditunjuk sebagai tuan rumah Hari Pangan Seduni (HPS) XXXVIII Tahun 2018.

Namun, Anggota Komisi II DPRD Kalsel Danu Ismadi Saderi punya pandangan lain. Menurutnya, lahan di daerah tersebut bermasalah untuk ditanami padi karena mengandung Disulfida Besi (FeS2) atau mineral berwarna kekuningan dengan kilap logam cerah yang sering disebut Pirit.

Selain itu, lanjut Danu, daerah tersebut dianggap daerah bermasalah lantaran tata keloa airnya masih mengunakan sistem satu jalur. Hal tersebut mengakibatkan Pirit yang mestinya keluar terbawa arus air kembali masuk area sawah ketika air pasang.

“Secara teknis, Daerah tersebut daerah barmasalah. Jadi, perlu tata kelola yang baik,” ujar Danu saat ditemui wartawan Kabar Kalimantan di ruang kerjanya beberpa waktu lalu.

Seharusnya, sambung Danu, untuk mengoptimalkannya harus ada sekenario pengairan agar air yang sudah keluar dari sawah tidak kembali masuk. “Masalah yang dihadapi adalah air pasang,” kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Baca Juga :   Lutfi Saifuddin : Hampir Ambruknya Ruang Kelas SDN SN Pasar Lama 3 Cerminan Buruk Dunia Pendidikan di Banjarmasin

Tidak hanya itu, Mantan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ini juga tak yakin target panen perdana bibit padi unggul di daerah Desa Jejangkit itu akan berhasil jika tidak menggunakan sistem irigasi satu arah.

“Sebab, perlu waktu yang lama untuk menghilangkan kandungan pirit. Paling tidak selama 1 tahun atau melewati 2-3 kali masa tanam,” jelasnya.

Kendati demikian, ia memperkirakan dampak positif yang ditimbulkan justru untuk jangka panjang yang dapat dirasakan pasca tanah selesai diolah.

M Rizal Khalqi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here