Dewan Banjarmasin Belajar Pengelolaan Limbah B3 di Bogor

741

KabarKalimantan, Banjarmasin – Komisi III DPRD Banjarmasin melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Bogor terkait pengelolaan limbah B3. Dari regulasi hingga cara menggaet investor perusahaan pengelolaan limbah B3.

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Matnor Ali menilai, pengelolaan limbah B3 di Kota Bogor cukup berhasil. Apalagi kota itu memiliki PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLi) DOWA Nambo yang juga sebagai transporter khusus limbah B3 dan telah memiliki sertifikasi keamanan baik nasional maupun internasional.

“Kalau Banjarmasin belum punya perusahaan pengolahan limbah B3 yang memiliki standar seperti itu,” ungkap Matnor kepada wartawan, Jum’at (12/7/2019).

Padahal di Banjarmasin, lanjutnya, sudah mulai banyak berkembang kawasan yang mengarah ke industri. Sementara, pihak atau perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan limbah B3 masih sangat minim.

“Ini sangat memprihatinkan, terutama jika limbah B3 tersebut sampai mencemari lingkungan karena kurangnya fasilitas pengolahannya. Limbah B3 itu seperti oli,” katanya.

Baca Juga :   Tingkatkan Jumlah Kepesertaan, BPJS Kesehatan Gandeng Baznas

Politikus Partai Golkar ini pun menyatakan, pihaknya di Komisi III DPRD Banjarmasin bersama SKPD terakit akan memperketat pengawasan terkait pengelolaan limbah B3 di Kota Seribu Sungai.

Karena limbah ini punya kriteria mengandung racun, berdampak buruk secara langsung terhadap kesehatan manusia, mudah menyala, bahkan mudah meledak.

“Tapi perlu diingat tidak semua limbah B3 tidak bermanfaat. Ada beberapa jenis limbah B3 yang setelah diolah bisa dimanfaatkan untuk sumber bahan bakar,” jelasnya.

Reporter: Smara Aqdimul Azmi
Editor: Suhaimi Hidayat
Penanggungjawab: M Ridha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here